Pendapatan Daerah Menurun, Pemkab Tegal Bakal Terapkan E-Retribusi

KabarBeritaku.com, ( Tegal )– Pemkab Tegal bakal Terapkan E-Retribusi untuk optimalisasi pendapatan daerah agar realisasi pendapatan tidak menurun. Sesuai data realisasi pendapatan daerah Kabupaten Tegal sampai dengan bulan Maret 2019 baru mencapai Rp. 609.7 Milyar atau 21.83% dari target tahun ini. Realisasi ini turun dibandingkan realisasi target di periode yang sama di tahun sebelumnya.

 

Hal ini terungkap saat pelaksanaan rapat Pengendalian Operasional Pendapatan Triwulan I Tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BP2D) Kab. Tegal, Selasa (30/4/2019) di Aula BP2D. Kepala BP2D, M. Sholeh, mengungkapkan meskipun target turun apabila dilihat secara makro maka target tersebut sudah melebihi target. “Berdasarkan peraturan yang ada targetnya 15%” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Sholeh menyampaikan bahwa salah satu usaha untuk mengopimalkan pendapatan yakni dengan penerapan penarikan retribusi daerah secara elektronik (e-Retribusi Daerah/ e-Retda). “Untuk e-Retda saat ini sedang dalam proses. Insya Allah jika skemanya sudah selesai dan substansinya sudah jelas akan segera dilaksanakan” jelasnya.

Dalam sistem e-Retda nantinya akan ada dasbor yang terintegrasi dengan retribusi yang ada di masing-masing instansi pengelola pendapatan seperti retribusi tiket obyek wisata, parkir, pasar dan sebagainya yang tersistem secara elektronik.

Sementara itu, Wakil Bupati Tegal, Sabililah Ardie mengapresiasi kepada BP2D untuk menggunakan sistem seperti ini. “Kita lihat nanti apakah sistem ini bisa mengurangi kebocoran” harapnya. Terkait penerapan sistem ini, Ardie berpesan agar jangan sampai melupakan operatornya. “Mereka harus dilatih dan diberitahu SOP nya” pesannya. Kepada pembuat aplikasi, Ardie meminta agar memahami alur bisnis dari retribusi daerah. “Karena banyak sekali aplikasi yang gagal, ketika mereka tidak memahami alur kerja yang ada dan tidak bisa mengakomodasi kebutuhan dari operator” pungkasnya.

Terkait dengan realisasi pendapatan dari instansi pemungut pajak yang kurang dari target, Ardie menyarankan kepada kepala perangkat daerah yang merasa tidak sanggup agar segera menyampaikan kepada Bupati Tegal supaya Bupati bisa melakukan langkah-langkah yang diperlukan. “Termasuk salah satunya mengevaluasi pejabat yang ada disitu” pungkasnya (Jaylani/KBk)