Tokoh Agama, Menilai “Rusaknya” Citra Pariwisata Muarareja Tergantung Pedagang

KabarBeritaku.com, ( Tegal )– Tokoh Agama Kelurahan Muarareja, Kecamatan Tegal Barat , kota Tegal Ustad Rojiun, menilai, rusak dan tidaknya Pantai Muarareja Indah ini disebabkan sejumlah faktor, diantaranya adalah pedagang yang berjualan di kawasan pantai Muarareja Indah tidak bisa menjaga dari kemaksiatan dan minuman keras ( Miras ).

 

Rojiun juga menyayangkan, kegiatan pengajian yang diselenggarakan oleh Pokdarwis Muarareja Indah dan diprakrasai Pasipic Paint sebagai siraman rohani hanya di hadiri sedikit masyarakat. Khususnya pedagang di kawasan Pantai Muarareja Indah.

BACA JUGA : Revitalisasi Pantai Muarareja Indah, Pacific Paint Kucurkan 1600 Liter Cat

BACA JUGA : Festival Tegal Bahari Hadirkan Berbagai Kegiatan

BACA JUGA :  Berkat Doa Di Pinggir Pantai Muarareja Indah, Melli Dapat Door Prize Sepeda Motor   “Tegal Bahari 2019”

” Saya mewakili tokoh Agama di kelurahan Muarareja, tidak banyak yang bisa saya sampaikan, hanya sedikit pesan, semoga apa yang sampaikan ini dapat bermanfaat bagi kita semua, khususnya kelurahan Muararareja semakin baik dan tambah baik lagi, pada hakekatnya pengajian dalam rangka penutupan kegiatan Festival Bahari ini di selanggarakan oleh Pokdarwis yang di danai oleh Pasipic Paint.

Hanya saya menyanyangkan, acara yang sangat penting ini, untuk memperbaiki kerohanian diri kita, akhlaq kita, akan tetapi rupa- rupanya cukup sedikit dari pemilik warung yang hadir ditengah kita. Padahal ngaji malam ini intinya untuk pemilik warung dikawasan pantai Muarareja Indah.

 

Karena rusak dan tidaknya pantai Muarareja Indah, tergantung dari pemilik atau pedagang kuliner di kawasan Pantai. Jadi meski masih sebatas isu tapi harus direspon. Pantai Muarareja menjadi tempat ngerimbik ( Mesra2 an-red), maksiat, mesum, atau menjadi lokasi Minuman Keras itu tergangtung pemilik atau pedagangnya. Kok malah yang punya usaha di Pantai Muararareja tidak hadir. Jadi saya menghimbau kepada Pokdarwis, agar pedagang/ pemilik warung diwajibkan hadir bilamana ada kegiatan seperti ini. Ini yang datang malah kebanyakan bukan pemilik warung. Lah dikonkon tambah apik kepiben ( Lahh diperintah menjadi lebih baik gimana ?- red ),” kata Rojiun dalam sambutannya di acara pengajian penutupan Festival Bahari Tegal, dipantai Muarareja Indah. Minggu ( 08/09/2019) malam.

 

Rojiun juga meminta kepada Pengurus Pokdarwis Muarareja Indah untuk memperbanyak papan himbauan jam berkunjung.” Kita tidak menutup kemungkinan, dimana tempat wisata pastinya identik dengan maksiat, namun demikian setidaknya kita dapat meminimalisir kemaksiatan tersebut,”tegasnya

Ia menekankan, bahwa pantai Muarareja adalah daerah rawan bencana sama seperti daerah penggunungan yang rawan longsor. Oleh karena itu, lanjut Rojiun gelombang yang dengan ketinggian hanya 50 cm merupakan isyarat kepada manusia atau seluruh yang tinggal di atasnya. ” Kalau tidak ada usaha untuk meminimalisir kemaksiatan dan miras, coba ini ombak baru 50 cm, kalau ombaknya sampai 10 Meter, maka warung tempat usahanya akan rusak, kalau rusak warungnya masih beruntung bukan para pedagangnya. Namun demikian saya berharap dan berdoa di pantai Muarareja Indah di jauhkan dari segala musibah. Semoga Pantai Muarareja Indah ini selalu di ridhoi oleh Allah S.W.T. Diberikan keselamatan keamanan oleh Allah S.WT..Aamin Ya Robbal Allammin,” katanya sembari berharap dan doa Ustd Rojiun agar Pokdarwis semakin baik dan mengamban amanah.

Senada dengan Ustad Rojiun, pengisi tausiyah KH. Dirjo Abdul Hadi, SAg menyebutkan, tidak sulit bagi Allah untuk mendatangkan bencana. Hanya dalam tempo kedipan mata atau hitungan detik saja, mampu meluluhlantahkan bumi ini. “Karenanya, yang perlu dilakukan adalah bagaimana masyarakat Muarareja, khususnya para pelaku usaha kuliner dapat mensyukuri Nikmat yang diberikan Allah, S.W.T. Adanya wisata ini adalah anguerah dari Allah S.W.T, mari dijaga bersama, niki ombak pesen kalih kulo ( ini gelmobang laut pesan dengan saya- red) agar kemaksiatan dan miras dapat diminimalisir bahkan dihilangkan, agar pantai atau tempat wisata ini dapat langgeng,”ucap sang kyai yang penuh canda ini kepada KabarBeritaku.com.

 

Terpisah ketua Pokdarwis Muarareja Indah, Ranyan, mengatakan, pihaknya juga meminta kerjasama dengan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda agar ikut berperan memantau situasi dilingkungan Pantai Muarareja Indah.” Kami ucapkan banyak terima kasih atas saran dan kritik yang membangun, akan segera kami tindaklanjuti,” pungkasnya . (Susilo/KBk)