Nunggak dan Tutup Kios PPIB, Dinas UKM dan Koperasi Kota Tegal Dinilai Tidak Tegas

  • Whatsapp

KabarBeritaku.com, (Tegal) – Sejumlah kios di kawasan Pusat Promosi Dan Informasi Bisnis (PPIB) Tegal di jalan Kol Sugiono kota Tegal, tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Bahkan diduga kuat banyak penyewa kios menunggak pembayaran sewa kepada Pemerintah kota Tegal.Selain itu kios -kios PPIB beralih fungsi menjadi gudang.

 

Read More

Berdasarkan keterangan sumber KabarBeritaku.com saat ditemui di kawasan PPIB, menyebutkan banyak penyewa menunggak dan tutup atau tidak difungsikan semestinya. “Disini cukup banyak kios yang menunggak, yang tutup juga banyak namun pihak dinas tidak tegas dalam mengeksekusi,” ucap salah satu penyewa kios PPIB yang enggan disebut namanya kepada KabarBeritaku.com. Selasa ( 7/01/2020)

 

Terkait hal itu wakil ketua DPRD Kota Tegal Habib Ali Zaenal Abidin belulama ini kepada KabarBeritaku.com mengatakan, DPRD meminta Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kota Tegal tegas atasi tunggakan kios dan pemanfaatan kios tersebut.” Seharunya Dinas UKM dan Perdagangan tegas melakukan pemasangan plang bagi penunggak, jadi jelas mana yang menunggak,” kata Habib Ali.

Senada dengan Habib Ali , aktifis dan penggiat anti korupsi, Vidi Trimurtiono menilai, tidak tegas dan jelasnya kerja Dinas Perdagangan dan UKM Kota Tegal, dalam persoalan puluhan kios di kawasan PPIB diduga kuat ada “permainan jual beli” oknum – oknum dalam hal sewa menyewa, hal ini kata Vidi, dapat mengurangi pendapatan asli daerah ( PAD ).

Dijelaskan Vidi indikasi diperjualbelikan kios tersebut bisa saja dilakukan oleh para pengontrak jauh diatas harga kontrak yang diberikan oleh Pemkot setempat kepada pengontrak lain. Hal ini menurut Vidi, menyebabkan para pengontrak justru menunggak kepada Pemkot.

” Saya menilai dinas tidak Tegas, dari dulu bilangnya banyaknya yang nunggak dan tutup, sudah banyak yang antri menyewa, tapi tidak ada tindakkan apappun. Seperti penyegelan bagi penyewa yang nunggak sewa. Kemudian kios- kios di PPIB banyak yang tutup bukan karena kosong, tapi menjadi gudang penyimpanan barang. Hal ini membuktikan Dinas koperasi UKM dan Perdagangan tidak jelas arah kinerjanya, kami menduga kuat ada permainan jika dinas tidak tegas menyegel penunggak,” tandasnya.

 

Dinas Koperasi dan UKM Kota Tegal mengakui banyak kios di PPIB tutup, namun Dinas Koperasi dan UKM berdalih bahwa kios di PPIB banyak peminat.” Memang banyak yang tutup, namun mereka (sudah) bayar. Kami sudah menerima 5 surat permohonan dari masyarakat yang akan menyewa, ada yang sudah antri dari tahun lalu, ada yang beberapa bulan lalu, namun memang harus antri,” Kata Kepala bagian Pasar PPIB Dinas Koperasi dan UKM kota Tegal Mabrur.

Saat dikonfirmasi ¬†bagaimana prosedur untuk menyewa kios di PPIB, pihaknya enggan menjelaskan secara rinci prosedur dan tata caranya. “Yang jelas kalau ada yang kosong ya silakan disewa,” pungkasnya Mabrur. (Susilo/Kbk)

Related posts