Siswa SDN 01 Pagiyanten Diancam Akan “Disembelih”

  • Whatsapp

KabarBeritaku.com, (Tegal ) РKasus perundungan atau bully kembali terjadi. Kali ini menimpa ABS, bocah SDN 01 Pagiyaten Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal, diancam akan dibunuh dengan cara disembelih yang diduga dilakukan  salah satu orang tua teman sekolah ABS.

ABS diancam akan “disembelih” oleh salah seorang yang diduga orang tua salahsatu teman ABS. Akibatnya, ABS merasa tertekan hingga takut ketakutan hingga tidak masuk sekolah. Peristiwa pengancaman tersebut terjadi Rabu ( 19/02/2020), diruang kelas ABS.”Kejadiannya Rabu pagi hari, saya dimasukkan kedalam kelas sendirian, Bapak itu marah-marah dan sambil mengatakan saya mau disembelih,” kata ABS ditemui di rumahnya, Kamis (20/02/2020) siang.

Read More

ABS yang terlihat masih trauma, mengungkapkan, saat kejadian tidak ada satupun guru yang melihat hanya teman – temannya sekolah melihat dari luar kelas. ” Saat kejadian tidak bapak ibu guru yang tahu, hanya teman sekolah melihat dari luar,”jelasnya.

Sementara orang tua ABS, Sugiharto, menjelaskan, pihaknya belum mengetahui identitas pria yang mengancam anaknya.” Kami mengetahui siapa nama pelaku pengancaman tersebut. Pihak sekolah mengaku keberatan saat orang tua murid minta dipertemukan dengan pelaku. Saya sempat meminta untuk dipertemukan dengan pelaku, saya ingin tahu duduk persoalannya kok sampai muncul ancaman akan disembelih, namun pihak sekolah keberatan, katanya sih mau koordinasi dulu dengan perangkat desa setempat,” Kata Sugiharto.

Saat dikonfirmasi, Kepala Sekolah SDN Pagiyanten 1 Kabupaten Tegal Ermi Harsilah, membenarkan kejadian tersebut. Hanya Ermi enggan menjelaskan detail kronologi kejadian yang menimpa salah satu siswa SDN 01 Pagiyanten. Ermi juga mengaku sudah berkoordinasi dengan perangkat desa Pagiyanten.”Kejadiannya sebelum jam 7 pagi, karena masih pagi sehingga guru – guru tidak ada yang tahu. Dia bilang kalau Arya berbuat nakal lagi akan di ngek (sambil memperagakan). Saya sudah koordinasi dengan perangkat desa (Pagiyanten).

Ermi berharap kejadian ini tidak akan terulang lagi kepada siswa lainnya. Ermi juga mengaku, agar peristiwa ini dapat segera diselesaikan.”Dia (anak pelaku) kan saat ini masih kelas 3, nanti kesenggol temannya, orang tuanya kesini lagi, kalau ini terjadi kan yang rugi kami. Mungkin persoalan ini bermula ada kesalahpahaman antara korban dengan anak dari pria yang diduga melakukan pengancaman,” katanya.

Menurut Ermi, hasil sementara koordinasi dengan perangkat desa Pagiyanten, didapat keterangan bawah orang tua wali murid yang diduga melakukan pengancam memiliki sifat arogan. “Memang orangnya pumpang pumpung (arogan), tapi itu cuma gras (gertak) saja, itu kata pak carik kepada saya,” pungkasnya.( Susilo/KBk)

Related posts