Isolasi Wilayah, Pemkot Tegal Pasang 500 Pembatas Beton

  • Whatsapp
Para pekerja menurunkan pembatas beton (MCB) di perempatan jalan Gajahmada Kota Tegal menjelang pemberlakuan isolasi wilayah.(Susilo/KBk)

KabarBeritaku.com, ( Tegal )- Pembatas beton atau movable concrete barrier (MCB) mulai didatangkan ke Kota Tegal, menjelang pemberlakuan isolasi wilayah untuk mencegah meluasnya penyebaran Covid-19, Sabtu (28/3/2020). Sekitar 50 titik jalan akan ditutup dengan MCB tersebut dan warga yang keluar-masuk akan dicek kesehatannya.

Sekitar 500 unit beton movable concrete barrier (MCB) dipasang oleh Pemerintah kota Tegal untuk mengisolasi wilayah yang disebut sebelumnya oleh Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono sebagai local lockdown. Isolasi wilayah itu akan mulai diterapkan selama empat bulan, mulai Senin 30 Maret 2020 hingga 30 Juli 2020. Isolasi wilayah dengan menutup akses keluar masuk dalam kota, termasuk wilayah perbatasan di sedikitnya 50 titik di Kota Tegal. “Sudah dihitung kebutuhannya sedikitnya mencapai 500 beton MCB untuk menutup 49 sampai 50 titik di Kota Tegal,” kata Dedy Yon di Balai Kota Tegal, Jumat (27/3/2020) malam.
Menurutnya langkah ini sebagai salah satu upaya yang dianggap efektif untuk memutus rantai penyebaran virus corona atau Covid-19 di Kota Tegal. Menurut Dedy, sebelumnya isolasi wilayah juga sudah dilakukan satu pekan lalu dengan membatasi akses jalan. Pembatasan dengan menutup sebagian jalan dengan water barrier. Dengan beton MCB seberat 2 ton lebih ini diharapkan tidak mudah digeser seperti saat masih gunakan water barrier,” kata Dedy.

Read More

Dia menjelaskan, nantinya hanya ada satu satu akses keluar-masuk Kota Tegal yakni di Jalan Proklamasi, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat tepatnya depan kantor Dinas Kesehatan. Di lokasi ini akan disiagakan 50 petugas Gugus Tugas Covid-19 dengan alat pengukur suhu.

Mereka nantinya akan bertugas untuk memeriksa kondisi kesehatan warga yang akan keluar atau masuk Kota Tegal untuk memastikan sehat atau tidak. Selain itu, pemeriksaan identitas juga dilakukan melalui CCTV.

“Yang mau masuk atau keluar akan dicek kesehatannya. Apabila sehat ditanya keperluannya apa dulu, kalau mendesak boleh masuk. Kalau tidak sehat dibawa ambulans ke rumah sakit,” ujar Dedy Yon.

Sebelumnya Dedy Yon mengatakan, istilah local lockdown diganti dengan isolasi wilayah terbatas setelah ada arahan dari Gubernur Jawa Tengah.”Ini istilah local lockdown, atas arahan Pak Gubernur, nama local lockdown ini harus diganti dengan isolasi wilayah atau isolasi terbatas,” kata Dedy Yon.

Meski istilahnya diganti, Dedy Yon menyatakan isolasi wilayah terbatas tersebut tetap akan dijalankan sesuai dengan rencana yang sudah disusun untuk mencegah penyebaran virus corona di Kota Bahari. Kebijakan ini diharapkan membuat masyarakat patuh pada anjuran pemerintah pusat terkait social distancing atau pembatasan sosial.”Ini maksudnya untuk menjaga masyarakat Kota Tegal agar aman dari bahaya virus corona. Ini juga untuk mensukseskan program pemerintah pusat dala mengkampanyekan social distancing,” tandasnya.

Related posts