Meski WFH dan Isolasi Wilayah, BI Jamin Sistem Perbankan di Tegal Aman Lancar

  • Whatsapp

KabarBeritaku.com, ( Tegal ) –Bank Indonesia Tegal meyakinkan kepada masyarakat bahwa sistem pembayaran tetap berjalan lancar di tengah kebijakan “isolasi wilayah yang ditempuh oleh pemerintah Kota Tegal dalam rangka penanganan wabah virus Covid 19. Bank Indonesia Tegal senantiasa berkoordinasi dengan gugus tugas penanganan dan pencegahan penyebaran virus Covid 19, Kepolisian dan Dinas Perhubungan di Kota Tegal untuk menjaga kelancaran tugas kritikal di bidang sistem pembayaran baik tunai dan non tunai.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Taufik Amrozy mengatakan ditengah situasi pandemik, Bank Indonesia Tegal terus berkoordinasi dan berupaya untuk menjaga sistem pembayaran di Kota Tegal dan di Eks Karesidenan Pekalongan dapat berjalan lancar dan tidak terganggu, meskipun jadwal kegiatan operasional dan layanan publik perbankan telah dipersingkat sejak pengumuman pemerintah untuk mencegah penyebaran virus Covid 19 pada tanggal 17 Maret 2020 s.d. 29 Mei 2020.

Read More

Langkah nyata yang telah dilakukan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal dalam mendukung upaya pemerintah untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid 19 antara lain, melakukan social and physical distancing dengan menunda dan menghentikan jadwal kegiatan layanan kas keliling dalam kota Tegal, maupun di wilayah Eks Karesidenan Pekalongan untuk sementara waktu.

Melakukan karantina selama 14 (empat belas) hari terhadap setoran uang dari perbankan yang masuk ke Bank Indonesia dan dilakukan penyemprotan disinfektan secara berkala. Selanjutnya, Bank Indonesia mengeluarkan uang hasil cetak sempurna yang terjamin kebersihannya untuk diedarkan kepada masyarakat melalui perbankan secara tunai maupun untuk pemenuhan di mesin ATM yang dimiliki oleh bank umum.

Ditambahkan Taufik, Bank Indonesia juga telah menyediakan kebutuhan uang untuk masyarakat, termasuk dalam rangka percepatan pencairan bantuan sosial pemerintah. Sehingga masyarakat tidak perlu panik terhadap ketersediaan uang yang diedarkan. Termasuk mewajibkan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi petugas layanan di Bank Indonesia Tegal dan Perbankan di Eks Karesidenan Pekalongan, minimal menggunakan masker, sarung tangan, selalu menjaga kebersihan melalui test pemindaian suhu badan dan menggunakan hand sanitizer.

Secara prinsip menjaga Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi standar prioritas dalam memberikan layanan pembayaran tunai. BI juga melaksanakan Work From Home (WFH) bagi pegawai Bank Indonesia Tegal dengan porsi mencapai 50% dari seluruh total pegawai dengan tujuan membatasi mobilitas, melindungi pegawai, menjaga kesehatan agar tetap produktif.

Taufik menghimbau masyarakat supaya memaksimalkan transaksi non tunai (Tranfers, RTGS, Kliring, menggunakan pembayaran QRIS (Quick Respon Indonesia Standart) yang baru saja diluncurkan, phone banking, internet banking, maupun aplikasi pembayaran lain yang sudah banyak dipergunakan oleh masyarakat.

Untuk mencukupi kebutuhan uang bagi masyarakat di Eks Karesidenan Pekalongan, Bank Indonesia Tegal menyiapkan kebutuhan uang sampai akhir tahun 2020 sebesar Rp15,1 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp2,9 triliun atau sebesar 20% telah diedarkan melalui penukaran masyarakat sebelum wabah virus Covid-19 dan penarikan oleh perbankan.( Susilo/Kbk)

Related posts