DPRD Kota Tegal : Kondisi Los Relokasi Pedagang Pasar Burung Memalukan dan Memprihatinkan

  • Whatsapp

KabarBeritaku.com, (Tegal ) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Kota Tegal menilai kondisi los ( Kios – red )  relokasi bagi pedagang pasar Burung di kawasan jalan Kolonel Sugiono Kelurahan Kemandungan Kecamatan Tegal Barat, memprihatinkan dan memalukan. Demikian dikatakan ketua DPRD Kota Tegal Kusnendro,ST.

Dari hasil sidak DPRD berserta rombongan pada hari Senin ( 30/03/2020), Kusnendro mengaku melihat dan perbincang- bincang dengan pedagang.”Apa yang saya lihat sekarang ini sungguh kecewa. Relokasi pedagang burung di PPIB yang dilakukan Pemkot Tegal ini jelas sangat memprihatinkan dan memalukan. Para pedagang hanya difasilitasi lapak dengan bambu – bambu dan atapnya hanya plastik, itupun hanya separo, sangat jauh dari representatif,” kata Kusnendro .

Read More

Senada dengan Kusnendro, Anggota DPRD dari Fraksi PDIP, Edy Suripno mengatakan, penjelasan dari Pemerintah Kota Tegal terkait relokasi pedagang yang terkena dampak dari pembangunan penataan kawasan Taman Pancasila tidak sesuai dengan faktanya. “Apa yang disampaikan Pemkot Tegal selama ini ternyata tidak semanis faktanya. Mereka dipaksa untuk direlokasi tapi ternyata disini (PPIB) mereka tidak mendapatkan tempat yang layak. Kondisi seperti itu sangat merugikan pedagang, karena lapak tempat jualan menjadi panas terkena sengatan matahari, dan akan basah jika terkena air hujan.Bahkan mereka harus mengeluarkan uang sendiri untuk mengubah bentuk lapak atau petakan petakan dengan yang lebih layak yaitu dengan galvalum,”jelasnya.

Salah seorang pedagang burung, Sutaryo (50) kepada KabarBeritaku.com mengaku, para pedagang harus mengeluarkan biaya tambahan untuk memperbaiki lapak masing masing petak sekitar 4 juta rupiah. “Kami biaya sendiri pasang galvalum ini, karena dari pemerintah (kota Tegal) hanya menggunakan bambu dan atapnya pake plastik dan cuma separo,” kata Sutaryo saat ditanya para wakil rakyat kota Tegal.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kota Tegal Herlien Tjokrowati menjelaskan, minimnya fasilitas dan fisik bangunan lapak bagi pedagang burung di lokasi relokasi disebabkan pemerintah kota Tegal tidak mempunyai anggaran. Lapak seadanya, lanjut Herlien, sebelumnya sudah disepakati oleh para pedagang di pasar burung.” Memang dari Pemkot Tidak ada anggaran untuk itu, kami itu hanya memfasilitasi tempat, kesepakatan dengan para pedagang memang mereka sanggup untuk membangun kiosnya masing – masing. Sehingga para pedagang dipersilakan membangun sendiri – sendiri dengan bangunan semi permanen. Jadi kalau sewaktu – waktu dibutuhkan (Pemkot Tegal) ya harus dibongkar lagi nanti,” pungkasnya.” katanya saat ditemui KabarBeritaku.com di kantornya,Rabu (01/04/2020) siang.(Susilo/KBk)

 

Related posts