DPRD Protes Kebijakan Wali Kota Tutup Jalan dan Padamkan PJU saat PSBB

  • Whatsapp
Para pekerja menurunkan pembatas beton (MCB) di perempatan jalan Gajahmada Kota Tegal menjelang pemberlakuan isolasi wilayah.(Susilo/KBk)

KabarBeritaku.com, ( Tegal ) – Kota Tegal resmi akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai Kamis (23/04/2020) dini hari. Diantara beberapa kota di Jawa Tengah yang menerapkan PSBB, hanya kota Tegal yang memodifikasi penerapan PSBB dengan dibarengi penutupan jalan dan mematikan Lampu Penerangan Jalan Umum ( PJU ) sepanjang malam.

Kebijakan ini menuai dari kritik anggota DPRD kota Tegal, Susdiono Ahmad, pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB di kota Tegal. Dia menyebut seluruh Fraksi memprotes penutupan jalan menggunakan beton dan pemadaman PJU.

Read More

“Seluruh fraksi sepakat meminta kepada Pemkot Tegal untuk membuka beton penutup jalan dan kembali menyalakan lampu PJU pada malam hari karena dinilai tidak bijak dan tidak ada dasar hukumnya,” kata Sisdiono Ahmad, Ketua Fraksi Partai Gerindra saat disambangi di rumahnya, Rabu (22/04/2020) belumlama ini.

Dimatikannya lampu PJU, lanjut Sisdiono, dapat memicu meningkatnya rawan kriminalitas. Menurutnya, DPRD akan mengevaluasi penerapan PSBB di Kota Tegal sepekan sekali. Dia juga menyoroti ketidakhadiran Walikota Tegal Dedy Yon Supriyono sebanyak 3 kali saat rapat bersama DPRD. “Ketidakhadiran Walikota Tegal selama 3 kali rapat bersama DPRD sangat disayangkan karena saat ada saran dan kritik (dari DPRD), Pemkot tidak bisa langsung mengambil kebijakan yang tepat,” katanya.(Susilo/KBk)

Related posts