Tak Lagi Zona Merah, Pemkot Tegal Bakal Lanjutkan PSBB

  • Whatsapp
Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono didampingi Wakil Wali Kota Tegal Jumadi, berbincang dengan Gunernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.(Foto:MM/KBk)

KabarBeritaku.com, ( TEGAL )- Wakil Wali Kota Tegal M Jumadi Pemerintah Kota Tegal mengatakan, berencana melanjutkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) karena efektif menekan persebaran virus corona jenis baru, COVID-19. Bahkan saat ini tidak ada lagi warga yang positif corona.

“Dari satu orang yang positif COVID-19 sembuuh dan satu meninggal dunia.Sehingga Kota Tegal saat ini nol ( Zero) kasus positif. Untuk kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDp), grafiknya juga terus melandai,” kata Jumadi saat menyampaikan paparan kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Kamis (7/5/2020). di Aula Kecamatan Tegal Selatan.

Read More

Dalam paparannya Jumadi menjelaskan, diawal penetapan PSBB terjadi sebanyak 500 pelanggaran yang dilakukan warga. Namun setelah sepekan berjalan pelanggaran turun menjadi 50 persen. ” Pelanggaran didominasi tidak menggunakan masker, penumpang melebihi kapasitas, berboncngan tidak satu alamat, hanya kita berikan sangsi teguran saja,” kata Jumadi.

Menurut Jumadi , secera umum PSBB cukup berdampak dan memberikan perubahan sikap menjadi lebih disiplin, namun penerapan PSBB di Kota Tegal masih mengalami banyak kendala. Selain masih ada masyarakat yang belum patuh, ada pemudik dari zona merah yang terus berdatangan.“Awalnya pelanggaran masyarakat baik yang tidak pakai masker, berkerumun dan lainnya masih tinggi. Namun di minggu kedua PSBB, jumlahnya terus menurun dan masyarakat semakin tertib,” tegasnya.

Meski cukup berdampak dan memberikan perubahan, namun penerapan PSBB di Kota Tegal lanjut Jumadi masih mengalami banyak kendala. Selain masih ada masyarakat yang belum patuh, ada pemudik dari zona merah yang terus berdatangan.
“Selain itu, aktifitas keagamaan di tempat ibadah di beberapa titik masih berjalan. Kami akan terus berupaya agar penerapan PSBB ini bisa optimal,” tutupnya

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengapresiasi capaian dari penerapan PSBB di Kota Tegal. Ia berharap, capaian itu bisa tetap dijaga dengan baik. “Hari ini Kota Tegal yang positif COVID-19 nol, jadi sebenarnya Kota Tegal bisa disebut kembali hijau. Memang awalnya banyak orang protes dan marah-marah, tapi sekarang kita mendapat hasil yang bagus,” ucapnya.

Meski begitu, Pemkot Tegal tidak boleh berpuas diri. Sebab, menurutnya, pandemi ini belum selesai, sehingga semua harus menjaga agar yang hijau ini tetap bertahan dan ekonomi bisa kembali bergerak. “Tidak mudah untuk mempertahankan ini. Disiplin dan bantuan masyarakat untuk bersama-sama sadar pentingnya melaksanakan aturan,” katanya.

Untuk itu, sebelum memutuskan melakukan relaksasi, Ganjar wanti-wanti betul kepada Pemkot Tegal untuk benar-benar memberlakukan protokol kesehatan. Jarak diatur, wajib pakai masker dan kalau melanggar harus ditindak secara hukum.

“Saya juga ingatkan, Kota Tegal ini kiri kanannya dekat dengan daerah yang masih merah seperti Brebes, Kabupaten Tegal dan Pemalang. Dikhawatirkan ada interaksi antara masyarakat, sehingga ini harus dijaga dengan baik. Saya minta pada warga Tegal, tolong kalau tidak penting jangan keluar rumah, kalau terpaksa harus pakai masker dan tetap jaga jarak,” katanya.(MM/KBk)

Related posts