Warga Desa Margahayu Penerima BLT DD, Ngaku “Diancam” RT

  • Whatsapp
Susana Pneyaluran BLT DD Covid 19 di Desa Margahayu Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal.

KabarBeritaku.com, ( Slawi) – Sejumlah warga penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Covid 19 dari Dana Desa,di desa Margahayu kecamatan Margasari kabupaten Tegal, mengaku merasa tertekan dan diancam akan dicoret dari daftar penerima BLT Dana Desa Dampak Covid 19 jika tidak mau membagi rata uang BLT Dana Desa dengan warga lainnya yang belum menerima bantuan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun KabarBeritaku.com, tekanan dan ancaman kepada sejumlah penerima BLT Dana Desa dilakukan oleh para oknum RT. Para penerima BLT Dana Desa terdampak Covid 19 tidak menerima utuh dan harus rela dipotong, bahkan uang BLT Dana Desa sebesar Rp.600 ribu diminta seluruhnya oleh oknum-oknum RT.

Read More

Pengakuan WN dan WM warga RT 03 RW 04,kemudian NA Warga RT 03 RW 03, penerima BLT Dana Desa Covid 19.Kepada Kabarberitaku.com mengaku, BLT Dana Desa Covid yang diterimanya tidak utuh sebesar Rp.600 ribu. ” Kami hanya menerima sebesar Rp 400.000, dari mulai penyaluran tahap satu dan tahap dua, dengan alasan dibagikan pada warga yang tidak mendapatkan bantuan. BLT DD yang sesuai ketentuan harus menerima Rp 600.000 / bulan selama tiga bulan, namun nyatanya per bulan hanya menerina Rp 200.000,”kata mereka bertiga.

MDk warga RT 01 RW 03 mengungkapkan, bahwa dirinya mendapat tekanan dan ancaman akan dicoret dari daftar penerima BLT DD jika tidak mau berbagi dengan warga lainnya. ” Saya sendiri ditekan sama Pak RT, kalau tidak mau membagi dana bantuan yang telah diterima akan dicoret,”kata MDk dibenarkan juga oleh KN warga RT 02 RW 01 yang juga mengaku akan dicoret dari daftar penerima BLT Dana Desa. ” Dana bantuan tersebut diminta oleh RT dengan alasan perintah dari kepala desa,”tambah KN

Terpisah Sekretaris desa (sekdes) desa margahayu Aminuddin, mengatakan, jumlah penerima BLT Dana Desa Covid 19 sebanyak 200 orang warga miskin. Ia mengaku, jika terjadi potongan atau hal yang tidak prosedural bukan atas perintah pemerinta desa.” Jika di luar adanya pemotongan pihaknya merasa tidak pernah memerintahkan,” ucapnya belumlama ini kepada KabarBeritaku.com.

Kepala desa Margahayu Sonhaji saat akan dikonfirmasi perihal adanya potongan dalam BLT Dana Desa tidak berada di tempat.

Sementara Ketua Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi, Fajar Sigit kusuma SH, MM,MH ,Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) yang sampai ke masyarakat harus utuh serta tidak ada alasan pemotongan yang dilakukan oleh aparat Desa.”Kami himbau kepada aparat Desa tidak ada yang memotong ini dan itu. BLT DD ini harus sampai secara utuh kepada masyarakat,” tegasnya

Ditambahkan Fajar, daftar masyarakat penerima manfaat tersebut telah melalui serangkaian upaya sehingga penyalurah BLT DD ini efektif dan tepat sasaran.”Mereka yang menerima ini sudah memenuhi kriteria khusus, upaya ini agar bantuan yang diberikan tepat sasaran,” imbuhnya.(Jaylani/KBk).

Related posts