KUA PPAS APBD Perubahan Tahun 2020, Pendapatan Kabupaten Tegal Turun Rp. 230 Milyar

  • Whatsapp
Ketua DPRD Kabupaten Tegal, H. Agus Salim,SE. Menerima draf KUA- PPAS APBD Perubahan tahun 2020 dari Bupati Tegal Umi Azizah.

KabarBeritaku.com, ( SLAWI )- Pandemi Corona atau COVID-19 menyerang tanpa pandang bulu. Usai memukul penerimaan pemerintah pusat, COVID-19 juga menyebabkan pendapatan asli daerah (PAD) turun drastis.Dewan Perwakilan Daerah ( DPRD ) Kabupaten Tegal,Rabu (4/08/2020) sudah mendapatkan draft Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS)perubahan tahun 2020 dari bupati Tegal. Demikian dikatakan ketua DPRD Kabupaten Tegal Agus Salim.

Menurut Agus Salim penurunan PAD ini memang tidak bisa dihindari karena imbas pembatasan aktivitas masyarakat demi mencegah penularan COVID-19 lebih besar.Di antara penurunan itu, PAD adalah yang paling tertekan turun hingga 9,3 persen. ” Total pendapatan yang turun mencapai Rp.230 milyar lebih, dengan rincian Pendapatan Asli Daerah ( PAD ) turun Rp. 42 M, transfer pusat turun Rp.176 Milyar, transfer dari Provinsi turun Rp.12 M. Proporsi PAD pada struktur penerimaan APBD Kabupaten Tegal pada 2020 adalah 15,68%. Proporsi tersebut meningkat dibandingkan tahun 2019 lalu yang sebesar 14,9%. Namun demikian, situasi pandemi yang masih berkepanjangan, sehingga realisasi penerimaan PAD bisa tidak tercapai, maka dari itu dalam KUA PPAS APBD perubahan tahun 2020 banyak item yang turun,”jelasnnya.

Read More

Sedangkan untuk belanja langsung dan tidak langsung dalam draf KUA PPAS perubahan tahun 2020 juga terdapat penurunan.” Untuk Belanja tidak langsung turun Rp.18 M, sedangkan belanja langsung turun 192 M,”ucapnya.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2020 Kabupaten Tegal semester pertama tahun ini menurun 2,12% dari target yang telah ditetapkan sebesar Rp450,7 miliar. Sampai triwulan kedua 2020 baru terealisasi Rp215,8 miliar atau sekitar 47,88%. Menurut kepala Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Tegal Eko Jati Suntoro.penurunan PAD merupakan dampak pembatasan aktivitas sosial di masa pandemi Covid-19. “Jika dipersentasekan, PAD kita sampai dengan triwulan dua tahun ini berkurang 2,12% dari target seharusnya, yaitu minimal 50%,”.paparnya.(MM/KBk)

Related posts