DPRD Gagal RDP, Mantan Wakil Wali Kota Tegal Gagal “Ruwatan” Dedy -Jumadi

  • Whatsapp

KabarBeritaku.com, ( TEGAL )- Tegal laka laka, Jargon tersebut lekat dengan Kota Tegal, Jawa Tengah. Dalam dialek tegalan, laka-laka berarti tiada duanya. Entah baik atau buruk. Ungkapan yang belakangan terasa pas seiring publik Kota Tegal digegerkan konflik antara Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono dan wakilnya, Muhamad Jumadi.

Setelah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Tegal, gagal menggelar Rapat Dengar Pendapat ketidakharmonisan antara Wali Kota Tegal Dedy Yon dan Wakilnya Muhammad Jumadi yang mencuat ke publik. Kini kegiatan yang dikemas dalam tasyakuran purna tugas , Doktor Maugfur sebagai Dosen Pegawai Negeri Sipil yang didalamnya terdapat acara ruwatan untuk mendamaikan Dedy Yon dan Jumadi kembali gagal.

Read More

Tasyakuran purna tugas Doktor Maugfur sebagai PNS bertempat disebuah rumah makan, Kamis (4/3/2021), dikemas dengan pagelaran wayang golek oleh Ki dalang Haryo Enthus Susmono, pembacaaan puisi dan pertunjukan seni, dihadiri oleh Jajaran Forkompimda, Seniman, Budayawan, Tokoh Masyarakat.

Meski mendapatkan undangan, Wali Kota Tegal Dedy Yon tidak hadir dalam acara tersebut, hanya nampak Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi yang hadir dalam tasyakuran purna tugas 40 tahun pengabdian Doktor Maugfur sebagai dosen PNS disalahsatu universitas swasta di kota Tegal.

Doktor Maufur mengatakan, kegiatan yang diselenggarakannya merupakan bentuk ungkapan rasa syukur atas pengabdianya sebagai Pegawai Negeri Sipil selama empat puluh tahun. Pria yang pernah menjadi Wakil Wali Kota Tegal ini mengungkapkan, acara tersebut juga sekaligus untuk meruwat hubungan antara wali kota dan Wakil Wali Kota Tegal yang belakangan ini tidak harmonis.” Ini sebagai bentuk rasa syukur atas apa yang sudah saya dan keluarga terima selama mengabdi menjadi PNS. Iya memang acara ini juga bagian dari meruwat, bukan hanya pak Dedy dan Jumadi tapi secara keselurahan yang ada didalammnya,”katanya.

Ditempat yang sama ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Tegal, Firdaus Muhtadi, saat ditanya mengenai kondisi kota Tegal ia mengatakan menyerahkan persoalan ini kepada proses hukum. Pria yang akrab disapan Gus Jedos ini juga berharap hubungan wali kota Tegal dan Wakilnya kembali harmonis untuk melayani rakyat. ” Biar saja proses hukum berjalan, sebaiknya sih karena mereka dipilih oleh rakyat saya berharap kembali harmonis dan kembali menjalankan roda pemerintahan untuk melayani masyarakat,”ujarnya.

Konflik antara Wali Kota Tegal, Dedy Yon dan Wakil Wakilnya, diduga berawal dari penggerebekan sejumlah polisi yang mengaku dari Polda Metro Jaya terhadap Dedy Yon di sebuah hotel di Jakarta atas tuduhan penyalahgunaan narkoba pada 9 Februari 2021 lalu. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, orang nomer satu dinyatakan bebas narkoba. Aksi penggerebakan tersebut tersebar di media sosial dimana penggerebekan dilakukan setelah menerima laporan dari Jumadi.

 

Meski sudah bersepakat damai, Kepolisian Daerah Jawa Tengah tetap melakukan pendalaman kasus dugaan pencemaran nama baik Jumadi terhadap Yon Supriyono. Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Komisaris Besar Iskandar Fitriana Sutisna, menyatakan Yos Supriyono memang melaporkan Jumadi ke Polisi.”Kita memang sudah menerima laporan tapi masih pendalaman dari Reskrim,” kata Iskandar di tempat terpisah.

Menurut Iskandar dalam menangani kasus pencemaran nama baik ini, Polda Jawa Tengah berencana memeriksa saksi-saksi. Bahkan Wali Kota Tegal, Dedy Yon diperkirakan bakal sering dimintai keterangan selaku pelapor.

(Dian Brayanti/KBk/Tim )

Related posts