Jadi Narasumber Dialog, Wakil Wali Kota Tegal Paparkan Urgensi Penyelenggaraan Gerakan Indonesia Membaca

  • Whatsapp

KabarBeritaku.com, ( TEGAL )- Wakil Walikota Tegal, Muhamad Jumadi ST.MM ,  memaparkan urgensi Penyelenggaraan Gerakan Indonesia Membaca ( GIM )Terhadap Pengembangan Literasi Masyaraka, saat menjadi narasumber dialog yang diprakarsai Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Dan Pendidikan Menengah, Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Kamis – Sabtu, 27-29 Mei 2021 di Hotel Santika Premiere Kota Harapan Indah, Bekasi, Jawa Barat.

Dalam Paparannya Wakil wali kota Tegal, Jumadi menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Dan Pendidikan Menengah, Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus. Selain itu pria yang akrab disapa, MJ ini juga memaparkan, bagaimana Kota Tegal berhasil Mengembangkan dan Meningkatkan Budaya Baca dengan berbagai Pojok Baca, Literasi di setiap Instansi seperti Kepolisian, Kejaksaan, TNI (Kodim dan Danlanal), Literasi Cafe, Warung Literasi, Sakila Kerti sebagai motor pergerakan literasi di kota Tegal, hal ini bisa terwujud karena Sinergi dan Kolaborasinya Pemerintah kota dengan Forkopimda serta penggerak literasi.

Read More

Menurutnya satu hal yang menjadi pembeda bahwa Perpustakaan Kota Tegal menjadi satu satunya perpustakaan daerah yang menjadi penerbit, hal ini ditunjukkan dengan diberinya kepercayaan menerbitkan buku dari Balai Bahasa Jawa Tengah.

Penggerak Literasi memang memerlukan kesungguhan dari diri sendiri untuk membantu mewujudkan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar dengan dimulai dari gerakan literasi

” Intinya buat para penggerak Literasi para perserta Workshop Jumadi Memberi Semangat Bahwa Anda Semua adalah Pahlawan yang tidak tercatat namun yakinlah Bahwa apa yang Bapak/Ibu Lakukan adalah Merupakan Suatu Tindakan Yang luar Biasa dan Tidak Ternilai Harganya dalam Kontribusinya Membangun Peradaban Bangsa Indonesia. ” ujarnya.(Makmur/Dian B/KBk)

Related posts