DPRD Kritik Habis Kinerja Satgas Covid 19 Kabupaten Tegal

  • Whatsapp

KabarBeritaku.com, ( SLAWI )- Rapat Dengar Pendapat antara Satuan Gugus Tugas Covid 19 dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah di gelar diruang Paripurna DPRD pada Jumat  siang. Dalam rapat, Satgas Covid 19 Pemerintah Kabupaten Tegal dikritik karena pemaparan anggaran dan program penanganan covid dinilai kurang rinci dan tidak jelas.

Rapat dengar pendapat dpimpin Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal Rustoyo, didampingi Wakil Ketua DPRD Rudi Indrayani serta Agus Solichin. Hadir dalam rapat itu, Wakil Bupati Tegal Sabililah Ardie selaku Wakil Ketua Satgas Covid-19 , Sekda Kabupaten Tegal , Widodo Joko Mulyono , selaku Sekreraris Satgas Covid-19 Kabupaten Tegal , Komandan Kodim 0712 Tegal Letkol Inf Sutan Pandapotan Siregar, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Tegal dan sejumlah Anggota Banggar DPRD Kabupaten Tegal serta beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Tegal.

Read More

Dalam rapat tersebut, sejumlah anggota DPRD menyebut kinerja Satgas Covid 19 pemerintah kabupaten Tegal belum maksimal dalam penanganan pencegahan Covid-19. Hal Ini menyusul melonjaknya kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal, sehingga kabupaten Tegal menjadi salahsatu daerah dengan status zona merah di Jawa Tengah. “Kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal masih tinggi. Bahkan, status zona merah di daerah tersebut belum turun. Setiap hari, jumlah pasien Covid-19 rata-rata sekitar 60 orang. Anggaran yang dialokasikan DPRD di tahun 2021 untuk penanganan Covid-19 di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) sangat besar. Yakni mencapai Rp 86 Miliar.

Namun yang terjadi, penyerapannya baru sekitar Rp.900 juta. Sangat prihatin sekali kenapa penyerapannya saat kecil. Penanganan Covid-19 dialokasikan sejak 2020 lalu. Saat itu Pemkab Tegal mengalokasikan sekitar Rp156 miliar. Namun realisasinya hanya Rp75 miliar. Sisanya dikembalikan lagi ke kas daerah.”kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal , Rudi Indrayani,SH, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Satgas Covid-19 Kabupaten Tegal terkait penangan Covid-19, di Gedung Paripurna DPRD Kabupaten Tegal, Jumat (18/6/2021).

Rudi mengatakan, tingginya angka kasus Covid-19 karena minimnya ketegasan dari pemerintah. Edukasi dan operasi yustisi yang dilakukan belum maksimal. Sehingga masyarakat masih banyak yang mengabaikan protokol kesehatan. Politisi asal Gerindra ini memberikan saran , Anggaran yang sudah ditetapkan untuk penananganan covid 19 bisa untuk operasional para petugas atau personel yang menggelar operasi yustisi.

Pimpinan rapat dengar pendapat , Rustoyo mengungkapkan, pihaknya sangat menyayangkan anggaran tidak digunakan secara semaksimal. Padahal, anggota TNI-Polri sudah membantu menangani kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal. ” Kami menilai OPD yang mendapatkan alokasi anggaran penanganan Covid-19, sepertinya kurang serius. Penangan Covid-19 lemah dan amburadul. Data kasus juga tidak sinkron. Terlebih penyerapan anggarannya juga lemah,” kata politisi asal PDIP usai RDP bersama Satgas Covid 19 kepada kabarberitaku.

Sementara Sekertaris Satgas Covid-19, Widodo Joko Mulyono, memaparkan minimnya penyerapan anggaran penanganan Covid-19 karena terlambatnya petunjuk teknis dari pemerintah pusat perihal penggunaan anggaran Covid-19. Termasuk juknis untuk pembiayaan insentif tenaga kesehatan yang belum terbayarkan sejak November 2020 lalu. Totalnya sekitar Rp. 40 miliar.

Untuk anggaran tahun 2021 sebesar Rp. 86 Miliar baru terserap sekitar Rp.900 juta. Untuk jumlah anggaran dukungan sosial sebesar Rp.40 miliar, yang sudah terealisasi Rp. 23 miliar. Dukungan anggaran ekonomi Rp. 28 miliar, realisasinya Rp. 6 miliar. Untuk anggaran kesehatan Rp 86,1 miliar, realisasinya Rp9.92 juta.

Wakil Bupati Tegal, Sabililah Ardie dalam kesempatan tersebut, akan melakukan upaya mengejar target vaksinasi.” Kami akan melakukan vaksinasi secara maksimal. Target kita sehari 4000 sampai 5000 dosis,” tegasnya.

Pantuan kabarberitaku DPRD ,dalam Rapat tersebut juga disinggung masih banyaknya terjadi kerumunan diruang publik, hajatan bahkan juga masih bukanya tempat prostitusi yang masih marak di Kabupaten Tegal. (Makmur/KBk)

Related posts