Belum Diserah Terimakan, Bongkaran Bangunan SMPN 2 Kramat Diduga Kuat Dijual Oleh Oknum BPKAD Tanpa Prosedur

  • Whatsapp

KabarBeritaku.com, ( SLAWI )- Masih ada saja dilakukan oknum sekolah yang memanfaatkan bokaran Sekolah (Aset) Negara yang di “jual”, sebelum di serah terimakan ke pihak Dinas terkait. Bongkaran tersebut berupa kayu sekolah tersebut seakan mejadi milik pribadi. Hal ini kedapatan di SMPN 2 Kramat Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal.

Berdasarkan pantuan dan data yang dihimpun kabarberitaku.com, dilokasi, SMPN 2 Kramat mendapatkan proyek rehab 18 ruang Kegiatan Belajar Mengajar ( KBM) dari Dana Alokasi Khusus ( DAK ) Tahun 2021. Namun aset negara berupa puluhan kayu jerumpul kusen bekas dan genteng bongkaran SMPN 2 Kramat di duga kuat dijual tanpa melalui prosdur lelang aset milik negara

Read More

Menurut sumber sopir mobil bak pengakut bekas bongkaran SMPN 2 Kramat yang enggan disebutkan namanya, Senin ( 16/82021), dirinya mengangkut puluhan jerumpul kayu kusen bekas bongkaran SMPN 2 Kramat untuk dibawa ke pembeli yang berada di kelurahan Keturen kota Tegal berinisial W. Sumber tersebut mengaku, mendapatkan perintah mengangkut dan mengirim bekas bongkaran kayu jerempul kusen SMPN 2 Kramat dari salah satu oknum pegawai Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah berinisial SLHN.

Sementara oknum dinas DPKAD Kabupaten Tegal, SLHN , kepada KabarBeritaku.com, mengungkapkan, bahwa penjualan puluhan kayu jerumpul dan genteng bekas bongkaran SMPN 2 Kramat melalui lelang on the spot (lelang di tempat-red) yang diikuti tiga peserta lelang dan barang bekas bongkaran SMPN 2 Kramat laku dengan harga Rp. 20 juta.

SLHN menyampaikan, permohonan maaf bilamana dalam penjualan atau lelang yang dilakukan dirinya tidak sesuai dengan prosedur dan mekanisme. ” Ya barang sudah laku Rp. 20 juta, alasannya saya lakukan lelang secara cepat karena kontraktor yang akan mengerjakan rehab, meminta bongkaran segera di lelang biar tidak mengganggu kelancaran kerja.

Saya meminta maaf kepada dinas pendidikan, apalagi kepada atasan saya karena tidak memberitahu atau berkordinasi,”paparnya.

Terkait hal tersebut Kepala Bagian Kepegawaian dan Umum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (DIKBUD) kabupaten Tegal,Yogi Prihatsongko mengaku, tidak mengetahui jika bongkaran berupa jerumpul kayu kusen dan genteng SMPN 2 Kramat sudah dijual kepihak lain. Ia merasa kaget sebab penjualan bekas bongkaran SMPN 2 Kramat tanpa memberitahukan kepada dinas pendidikan dan kebudayaan sebagai pengelola kegiatan rehab proyek DAK Tahun 2021.
” tidak ada kordinasi barang bekas bongkaran SMPN 2 Kramat dijual tanpa kordinasi dengan dinas pendidikan dan kebudayaan selaku pengelola kegiatan rehab sekolah.
Ini tidak benar, karena belum ada serah terima barang bongkaran dari sekolah yang mendapatkan rehab kepada DIKBUD’.kata Yogi sembari menunjukan surat permohonan yang di tunjukan ke bupati Tegal

Yogi juga mengatakan, pihaknya baru mengirim surat permohonan penjualan sisa bongkaran rehab SD dan SMP pertanggal 10/8/2021, yang di tunjukan kepada bupati Tegal, UP. Sekretaris Daerah selaku pengelola barang milik pemerintah daerah yang tembusannya di tunjukan ke kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah.”Jadi lelang bongkaran rehab tidak bisa asal-asalan , pelaksanaan lelangpun haruse memalui prosedur yang benar, karena barang yang di lelang itu milik daerah, seperti aset-aset yang lain,”paparnya.

Terpisah, kepala bidang aset dinas BPKAD kabupaten Tegal Didik Ari, mengatakan, penjualan aset milik pemda harus sesuai dengan mekanisme dan prosedur. ” tidak dibenarkan jika ada temuan penjualan atau lelang bongkaran aset milik Pemda . Apalagi tidak ada pemberitahuan kepada BPKAD, termasuk saya pun baru dengar kalau ada informasi seperti ini. Seharusnya ada kordinasi antara BPKAD dengan Dikbud,”pungkasnya.(Jaylani Iqbal/KBk)

Related posts