Di Duga Aset Bongkaran Rehab SDN 02 Kramat Kabupaten Tegal, Di Jual Oknum Dinas Pendidikan.

  • Whatsapp
MLT Oknum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Tegal menggunakan sepeda motor saat menemui pembeli bongkaran genteng rehab SDN 02 Kramat.( Foto: Jaylani Iqbal/KBk)

KabarBeritaku.com, ( SLAWI )- Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemerintah Kabupaten Tegal , diduga kuat menjual Aset milik pemerintah daerah Kabupaten Tegal, berupa aset bongkaran genteng  SDN 02 Kramat yang sedang direhab dari Dana Alokasi Khusus ( DAK ) Tahun 2021.

Oknum pegawai Dikbud Kabupaten Tegal berinisial MLT. Ia menjual aset genteng bekas bongkaran SDN 02 Kramat, yang belum ada serah terima dari pengguna (pihak sekolah) ke bidang Aset dan belum ada penghapusan Aset. Namun disayangkan Aset aset tersebut sudah “diperjual belikan”, hal ini patut diduga telah di “gelapkan” oleh oknum?.

Read More

Berdasarkan informasi dan dan data yang dihimpun kabarberitaku.com di lapangan, ternyata aset berupa ribuan genteng yang masih layak pakai tersebut dibeli oleh salah seorang warga. Beberapa fakta dilapangan terungkap, pada Sabtu (14/8/2021), menemui seseorang warga yang enggan disebutkan namanya, datang ke SDN 02 Kramat.

Menurut sumber tersebut kedatangannya ke SDN 02 Kramat menggunakan mobil pick up ( Bak terbuka -red) untuk mengambil genteng bekas sisa rehab SDN 02 Kramat. Sumber mengaku genteng bekas atas SDN 02 Kramat sudah dibelinya dari salah seorang PNS di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal berinisial MLT. Untuk memastikan bawah oknum PNS tersebut adalah salahsatu pegawai di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal, kemudian warga yang mengaku telah membeli genteng bekas bongkaran tersebut menelpon MLT. ” Saya mau mengangkut genteng ini mas, sudah saya beli dari pegawai Dikbud, ini saya telpon orang Dikbud ya biar jelas kalau saya sudah membelinya, bahkan saya sudah membawa sebanyak 1500 buah genteng bongkaran dari SDN 02 Kramat,”kata sumber tersebut.

Tidak berselang lama, MLT tiba di lokasi tumpukan ribuan genteng yang tak jauh dari halaman SND 02 Kramat, diketahui MLT adalah salasatu pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Tegal. Ditemui Kabarberitaku.com, oknum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Tegal, MLT, mengaku, mendapatkan perintah dan mendapatkan ijin atas penjualan genteng bekas bongkaran SDN 02 Kramat. ” Ya saya berani karena menurut orang Dinas Pendidikan berinisial A yang menangani lelang bongkaran sudah dilelang dinas. Tanpa ada perintah dari A ( oknum Dikbud-red) saya tidak berani, ya semua yang bertanggung jawab A,”jelas MLT didampingi pelaksana proyek CV. Aqibah Rizqi Jaya.

Terkait penjelasan MLT, kabarberitaku.com kemudian mengkonfirmasikan kepada oknum pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Tegal berinisial A. Ditemui ditempat kerjanya oknum dinas A didampingi Kepala Bagian Kepegawaian dan Umum, Yogi Prihatsongko.

Kepada kabarberitaku.com, oknum dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Tegal berinisial A membantah penjelasan oknum PNS MLt, bahwa tugas menjual genteng sisa bongkaran SDN 02 Kramat atas perintahnya karena sudah melakukan lelang. Oknum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berinisi A, hanya menunjukan surat Nomor :028/11533/2021 tertanggal 10 Agustus 2021 perihal Permohonan penjualan sisa rehab SD dan SMP anggaran DAK tahun 2021 yang ditunjukan kepada Bupati Tegal UP sekretaris Daerah.

Saat disingung soal, apakah sudah mendapatkan jawaban dan izin atas surat permohonan lelang dan menjual dari Sekda pemkab Tegal selaku pengelola Barang milik daerah, oknum berinisial A serta Kepala Bagian Kepegawaian dan Umum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Yogi Prihatsongko terlihat kebingungan.(Jaylani Iqbal/KBk)

Related posts