Viral vidio dan Foto Camat Karaoke, 4 Camat “dicopot” , 8 Camat Hanya Dirotasi

  • Whatsapp

Kabarberitaku.com, ( SLAWI )- Pemerintah Kabupaten Tegal mengambil tindakan tegas terhadap 12 camat yang terbukti melakukan tindakan indisipliner. Dari 12 camat 4 dimutasi ke OPD dan 8 lainnya dirotasi.

” Empat camat di mutasi ke OPD, diantaranya Domiri camat Lebaksiu sebagai sekretaris Badan Kesbangpol, kemudian Camat Slawi Wuryanto sekretaris Satpol PP, Noor Aline Agustini Camat Talang sebagai kepala Bagian Program dan Keuangan Sekretariat DPRD Kabupaten Tegal, Susworo camat Bumijawa di mutasi Susworo sebagai sekretaris Dinas Permades, empat camat ini punya peran lain. Sedangkan 8 camat lainnya hanya di rotasi,”kata Sekretaris Daerah (Sekda) kabupaten Tegal, Widodo Joko Mulyono usai melantik dan mengambil sumpah jabatan kepada 31 pejabat administrator di pendopo Amangkurat Pemkab Tegal Jumat ( 20/8/2021) siang.

Read More

Joko mengatakan, sanksi yang diberikan kepada 12 camat sudah sesuai dengan PP 53 2010 tentang disiplin pegawai Negeri sipil. Ke 12 Camat tersebut, kata Joko, tidak diturunkan jabatan atau golongannya. ” Ya sanksi sudah sesuai dengan PP 53 Tahun 2010 Tentang disiplin pegawai, selain itu juga sudah didenda 100 ribu sesuai Perbup. Alasan mereka tidak diturunkan jabatan dan golongannya karena mereka bekerja keras dan menjadi garda terdepan dalam menangulangi wabah pandemi covid 19,”paparnya.

Sebagaimana di ketahui Belasan camat di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah kedapatan mengelar acara kumpul-kumpul tanpa menerapkan protokol kesehatan di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Foto dan video acara itu sempat beredar di media sosial.

Berdasarkan foto dan video yang sudah terlanjur beredar luas dalam beberapa hari terakhir sebelum dihapus, terlihat para camat yang mengenakkan pakaian dinas upacara lengkap berfoto bersama tanpa jaga jarak dan tidak memakai masker. Bahkan mereka juga tampak asyik berkaraoke tanpa mengenakkan masker.

Acara itu diketahui digelar pada Sabtu (24/7) di kantor Kecamatan Slawi. Tindakan para abdi negara itu sontak menuai sorotan masyarakat lantaran dilakukan di masa penerapan PPKM Darurat.(Jaylani Iqbal/KBk)

Related posts