Hakim Tolak Praperadilan Kasus CSR PDAM, KEMAKI Ancam Ajukan Kembali Gugatan Jika Kejaksaan ” Mandul”

  • Whatsapp
Foto: Dok Edy Bongar

KabarBeritaku.com, ( TEGAL )- Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kota Tegal memutuskan untuk menolak gugatan praperadilan atas sah atau tidaknya penghentian penyidikan kasus Dugaan korupsi CSR PDAM oleh Kejaksaan Negeri Kota Tegal dalam Sidang di PN Kota Tegal Kamis (9/9/2021), diruang sidang 1 . Sejumlah aktifis yang tergabung dalam Lembaga Kerukunan Masyarakat Abdi Keadilan Indonesia ( KEMAKI ) menghormati putusan tersebut.

Hakim tunggal Pengadilan Negeri kota Tegal , Endra Hermawan,  SH. MH dalam putusan perkara nomor : 1/Pid.Pra/2021/PNTgl mengatakan,  memutuskan menolak permohonan gugatan praperadilan yang diajukan, terhadap sah atau tidaknya penghentian penyidikan kasus Dugaan korupsi CSR PDAM oleh Kejaksaan Negeri Kota Tegal.”Mengadili, menolak permohonan praperadilan dari pemohon, membebankan biaya perkara kepada pemohon sebesar nol rupiah,” kata hakim tunggal Endra Hermawan yang memimpin persidangan di Pengadilan Negeri Kota Tegal.

Read More

Endra Hermawan,berpendapat proses penyidikan kasus dugaan korupsi dana CSR PDAM Kota Tegal masih dalam proses pendalaman pengkajian dan kontruksi hukum.” Dalam penyidikan Kejaksaan Negeri Kota Tegal telah sesuai dengan standar operasional atau sesuai sesuai kepastian azaz hukum,”ujarnya.

Sementara atas putusan tersebut, para pemohon yang tergabung dalam KEMAKI, tetap akan melakukan upaya gugatan praperadilan bilamana dalam proses penyidikan kasus dugaan korupsi CSR PDAM oleh Kejaksaan Negeri Tegal itu jalan ditempat.

Sekretaris Lembaga Kerukunan Masyarakat Abdi Keadilan Indonesia , Roberto Bellarmino menyampaikan, menghormati keputusan hakim atas putusan gugatan tersebut. Menurut, pihaknya akan melakukan hal yang sama bilamana Kejaksaan Negeri Kota Tegal masih lamban dalam penyidikan kasus dugaan Korupsi CSR PDAM Kota Tegal. Ia memina agar Kejaksaan Negeri Kota Tegal memanggil saksi dan segera menetapkan tersangka. ” Kita tunggu 3 bulan perkembangannya, apabila masih lamban atau jalan ditempat tidak ada perkembangan, maka kami akan kembali mengajukan gugatan. Kejaksaan harus memanggil saksi yang diantaranya adalah kepala daerah” tukasnya.

Hal senada juga dikatakan salahsatu pemohon dalam perkara Nomor 1/Pid.Pra/2021/PN Tgl, Miftachudin mengatakan, dengan adanya gugatan praperdilan yang diajukan pihaknya bersama aktifis lainnya, dapat memberikan informasi kepada publik sejauh mana perkembangan penanganan kasus dugaan korupsi CSR PDAM.” Ya dengan sidang ini publik jadi mengetahui perkembangan penanganan kasus CSR PDAM, seperti halnya Kejaksaan sudah memanggil saksi yang tadi kami tidak mengetahuinya,”pungkasnya.

LATAR BELAKANG PRAPERADILAN

Sejumlah aktifis anti korupsi yang tergabung dalam Lembaga Kerukunan Masyarakat Abdi Keadilan Indonesia (Kemaki), mendaftarkan permohonan praperadilan terhadap Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tegal di Pengadilan Negeri Tegal, Kamis (26/8/2021). Permohonan praperadilan tersebut tercatat dalam register perkara di PN Kota Tegal dengan nomor perkara 1/Pid.Pra/2021/PN Tgl tentang Sah atau tidaknya penghentian penyidikan kasus dugaan korupsi dana CSR penanganan Covid-19 PDAM Kota Tegal. (Makmur/KBk)

Related posts