Pedagang Kaki Lima Laporkan Wali Kota Tegal ke Ombudsman??

  • Whatsapp

KabarBeritaku.com, ( TEGAL )- Wali Kota Tegal Dedy Yon dilaporkan ke Ombudsman Jawa Tengah Oleh sejumlah Pedagang Kaki Lima. Orang nomor satu di kota tegal yang dijuluki Mister Lokdown itu , didiuga menyalahi prosedur saat melakukan pembongkaran lapak dan kios  Pedagang Kakil Lima saat tahap pertama pelaksanaan  proyek revitalisasi  kawasan  taman Pancasila dan alun alun kota Tegal Jawa Tengah.

Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Jawa tengah menggelar konsiliasi buntut laporan Pedagang Kaki Lima korban pembongkaran kios dan lapak, dampak dari proyek revitalisasi alun alun dan taman Pancasila, Rabu (15/9/2021). Konsiliasi menghadirkan pelapor, pihak Sekda Kota Tegal, Kepala Bagian Hukum, Dinas terkait di Hotel pesona kota Tegal.

Read More

Dalam laporannya Pedagang Kaki Lima selaku pelapor merasa dirugikan karena sejak terjadi pembongkaran lapak dan kios tidak diberikan solusi dari pemerintah kota Tegal. Bahkan dampak dari proyek revitalisasi alun alun dan kawasan jalan Pancasila Pedagang kehilangan tempat berdagang.

Menurut salahsatu aktifis Tommy Aziz, dirinya diminta para Pedagang Kaki Lima di kawasan Jalan Pancasila untuk mendampingi persoalan yang dialami para pedagang kaki lima yang terdampak proyek revitaliasi alun alun dan taman Pancasila .” Awal ada pengaduan dari PKL kepada Ombudsman RI Jateng. Jadi saya mendampingi agar konsiliasi yang difasilitisi Ombudsman dapat menemukan win win solusi bagi nasib para Pedagang,”kata Tommy kepada kabarberitaku.com

Aziz mengaku mengapresiasi langkah Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Jawa tengah menggelar konsiliasi bersama pemerintah kota Tegal, untuk mencari solusi atas nasib yang dialami para pedagang kaki lima tersebut.” Jika tidak indahkan apa yang menjadi aduan PKL, tetap akan melakunjutkan perjuangan,”tegasnya.

Sementara salah seorang pedagang kaki lima Sutinah warga jalan Kyai Haji Muklas , mengaku, sejak lapak dagangannya di bongkar karena adanya proyek revitalisasi alun alun dan kawasan jalan pancasila, Sutinah tidak mempunyai lapak berdagang dan terpaksa menggunakan lokasi berdagang ala kadarnya.” Kami ( PKL -red) berharap kejelasan atas nasib para pedagang. Mudah mudahan dengan datangnya Ombudsman menjadi solusi bagi para pedagang yang di bongkar lapakknya dampak  dari proyek revitalisasi alun alun dan taman Pancasila,”harap Sutinah.( Dian Brayanti /KBk)

Related posts