Kota Tegal Darurat Air Bersih , Air PDAM Mati Warga Tampung Air Hujan

  • Whatsapp
DOK /KBK 2021

KabarBeritaku.com, ( TEGAL )- Masyarakat Kota Tegal mengeluhkan soal air Perumda Tirta Bahari (PDAM ) yang mati sejak beberapa hari lalu hingga saat ini,Jumat ( 13/02/2026)

Warga Kelurahan Jalan Flores kelurahan Panggung, kecamatan Tegal Timur kota Tegal , Sugiyanto mengatakan air PDAM di rumahnya sudah mati sejak, Rabu (12/02/2026).“Iya masih mati sampai sekarang airnya, sama sekali tidak hidup sejak ada bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal dan Brebes, terus sejak air sungai sering meluap,” ujarnya kepada KabarBeritaku.com, Jumat (13/2/2026).

Read More

Menurut Sugiyanto, selama air mati, warga hanya mengandalkan sisa air tampungan dari hari-hari sebelumnya.Namun, persediaan tersebut cepat habis karena tetap digunakan untuk kebutuhan mendesak. Bahkan sejumlah warga juga harus membeli air galon dan menampung air hujan jika hujan turun . “Sudah 3 harian ini mati, sehari-harinya ada tampungan air, sisa-sisa waktu sebelum habis. Biasanya sekarang untuk memasak dan minum harus beli,”jelasnya.

Hal senda juga dikatakan Jarod, warga jalan Brawijaya Kelurahan Muarareja Kecamatan Tegal Barat kota Tegal , Kondisi tersebut berdampak aktivitas warga terganggu akibat ketiadaan air selama hampir dua hari. Sebagian warga terpaksa menampung air hujan untuk mencuci dan mandi, sementara kebutuhan konsumsi dipenuhi dengan membeli air galon.” Saat air benar-benar habis, hujan menjadi satu-satunya pilihan. Anak-anak sekolah di sini pada mandi air hujan, Pak. Mandi sih, asal basah saja, mendingan pakai air hujan,” kata dia.

Bagi warga yang tidak sempat menampung air hujan, mereka terpaksa membeli air galon. ” Ya kalua tidak menampung air hujan , ada warga yang membeli air galon untuk kebutuhan memasak dan minum, sedangkan bagi keluarga yang ekonominya bagus, membeli air dari truk tangka perbayar,”jelasnya.

Ia berharap pemerintah dan Perumda Tirta Bahari segera memperbaiki jaringan pipa yang bocor serta menyalurkan bantuan air bersih ke wilayahnya. “Harapannya cepat diperbaiki lah, minta normal lagi. Kalau bisa bantuan air secepatnya, sampai sekarang belum ada sama sekali ke sini,” ujarnya.

Peristiwa serupa juga dialami.Susilo , warga kelurahan Kalinyamat Kulon, kecamatan Margadana, meminta Perumda Tirta Baharimemberikan informasi yang jelas dan transparan terkait batas waktu penghentian distribusi. Menurutnya, warga tidak masalah jika ada pekerjaan teknis, tetapi harus disertai kepastian. “Kami minta kejelasan. Jangan cuma diumumkan mati tanpa bilang kapan nyalanya. Kami sendiri juga belum mengetahui pengumumannya sih soal kenapa air PDAM mati. Warga butuh kepastian, soalnya ini kebutuhan dasar,” tambahnya. ( Makmur/KBk /R.1)

 











Related posts