Kasus Korupsi Dana PNPM di Kabupaten Tegal, Tiga Tersangka Di Tahan

  • Whatsapp

KabarBeritaku.com, ( Slawi )- Setelah tertunda beberapa kali, kasus dugaan korupsi program Simpan Pinjam (SP) Unit Pengelola Kegiatan (UPK) PNPM Mandiri Perdesaan tahun 2016, di Kecamatan Kramat dan Kedungbanteng , Kabupaten Tegal, akhirnya memasuki babak baru.Kasus yang masuk di meja Kejaksaan Negeri Slawi akhirnya masuk tahap dua. Sejumlah barang bukti dan tersangka ditahan setelah berkas dinyatakan lengkap (P-21).

“Tahap dua kasus PNPM Mandiri kecamatan Kramat sudah tuntas. Ada dua tersangka yakni, Sus seorang oknum Sekretaris Desa
( Carik -red) Kertaharja dan SRD warga Ketileng yang bekerja sebagai salah satu karyawan BKK di kabupaten Tegal. Masing -masing tersangka baik SRD maupun Sus memiliki peran berbeda. Modusnya adalah melakukan pinjaman fiktif di UPK Kecamatan Kramat. Dana hibah yang semestinya diperuntukan untuk membantu kelompok usaha masyarakat desa berupa pinjaman. Namun pengurus atau pengelola dana hibah tidak bisa merealisasikan sesuai harapan masyarakat, kerugian mencapai milyaran rupiah,”kata Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Slawi, Syamsu Yoni SH kepada kabarberitaku.com belumlama ini.

Read More

Sementara untuk kasus dugaan korupsi program Simpan Pinjam (SP) Unit Pengelola Kegiatan (UPK) PNPM Mandiri Perdesaan di Kecamatan Kedungbanteng, kata Syamsu Yoni, Ketua kelompok penerima program PNPM Mandiri Kedungbanteng berinisial SUG ditetapkan sebagai tersangka.” Untuk yang Kedungbanteng proses hukumnya baru masuk tahap satu, kerugian Negara sebesar Rp. 830 juta rupiah,”kata Syamsu.

Menurut Syamsu ketiga tersangka tersebut dijerat pasal pasal 2 dan 3 undang-undang tindak pidana korupsi dengan ancaman masing-masing minimal 4 tahun penjara maksimal 20 tahun penjara.” Ketiganya di jerat pasal UU Tindak Pidana Korupsi, ketiga tersangka sudah di tahan dan berada di Lapas Tegalandong,”ungkapnya.

Sementara Ketua Putra Fajar Sanjaya SH kuasa hukum tersangka SDR siap mendampingi secara hukum. Dan pada prinsipnya akan melakukan upaya sesuai dengan fakta hukum yang ada.

Terpisah kepala desa Kertaharja Darisman mengaku merasa prihatin dan menyerahkan semuanya ke proses hukum yang berlaku. ” Kami tidak bisa berbuat apa- apa, semua diserahkan kepada penegak hukum,”jelasnya.

Darisman membenarkan jika, Sekretaris desa ( Carik ) Kertaharja dijemput oleh pihak Kejaksaan Negeri Slawi.”Pada tanggal 23 Januari 2020 dijemput oleh pihak kejaksaan,”ucapnya. (Jaylani/kr)

 

Related posts