RDP DPRD Kota Tegal dengan Pemkot Bahas Taman Pancasila “Tegang”

  • Whatsapp
Rapat Dengar Pendapat antara Pemerintah Kota Tegal dengan DPRD Kota Tegal, Rabu (12/2/2020) di ruang Komisi I DPRD.(Foto: Susilo/KBk)

KabarBeritaku.com, (Tegal) – Rapat dengar pendapat Dewan Perwakilan Rakyat ( DPRD ) Kota Tegal, Rabu (12/02/2020), di ruang komisi I DPRD setempat membahas revitalisasi Taman Pancasila atau eks Taman Poci diwarnai ketengan.

Pantuan KabarBeritaku.com dilokasi, RDP berlangsung tenang, suasana menjadi tegang berawal saat wakil ketua DPRD Kota Tegal Habib Ali Zaenal mengkritik soal nasib pedagang taman Pancasila yang sudah lebih dari 3 minggu tidak berjualan. Mereka tidak berjualan lantaran Pemkot Tegal hingga kini belum memfasilitasi tempat untuk berjualan para PKL tersebut.

Read More

“Saya terkesima, kalau posisi kita pada mereka (PKL Orpeta), apa yang bisa kita lakukan? Ini tolong, jadi kita jangan berbicara aji mumpung, mumpung jadi walikota. Selalu saya sampaikan tidak (boleh) ada penggusuran, yang ada adalah penataan. Oleh karena itu jangan ada PKL yg digusur sebelum ada kejelasan relokasi dimana. Yang saya takutkan mereka meringik sama Allah, berantakan semuanya. Jangan sekali kali menyakiti orang kecil.” kata Habib Ali saat RDP berlangsung.

Habib Ali juga menyarankan kepada Pemkot Tegal agar melakukan MoU secara hukum. Selain itu dia juga mengingatkan kepada Pemkot Tegal bahwa lingkungan sekitar taman Pancasila saat ini tidak diperkenankan untuk dibangun mall. “Saat ini tidak diperkenankan di bangun mall sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah,” lanjut Habib Ali.

Politisi asal PKB ini mengingatkan, supaya Pemkot Tegal menyediakan tempat relokasi bagi para PKL. Ia bahkan menyarakan, penggusuran Taman Pancasila untuk sementara dihentikan sampai ada tempat relokasi PKL. Menurut Habib Ali, Pemkot Tegal mesti mendata jumlah PKL yang akan direlokasi.

Menanggapi Habib Ali, Jumadi sapaan akrab Wakil Walikota Tegal menegaskan pihaknya bekerja berdasarkan hukum. Dia juga menuding akar dari menjamurnya PKL di taman Pancasila merupakan pembiaran Pemerintahan sebelumnya. “Yang pasti pemerintahan Dedi Jumadi bekerja berdasarkan hukum. Soal PKL ini adalah pembiaran pemerintahan sebelumnya yang tidak bisa memberikan solusi kepada para PKL. Kalau kita tidak menggunakan nurani, buat apa kita susah-susah mencarikan tempat untuk para PKL,” terang Jumadi.

Jumadi juga mengaku telah membuat MoU dengan PT KAI terkait revitalisasi taman Pancasila yang dibangun diatas tanah milik PT KAI. Namun sayangnya, MoU Pemkot Tegal dengan PT KAI.”Soal rencana pembangunan mall, itu rencana jangka panjang, bukan sekarang,” kata Jumadi.

Sementara Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono memaparkan rencana revitalisasi Taman Pancasila atau eks Taman Poci, Dedy Yon menjelaskan, penataan kawasan Stasiun Tegal hingga Alun- alun menjadi upaya memperindah wajah Kota Tegal. Fasilitas yang ada di Taman Pancasila meliputi lebar jalan 40 meter dan trotoar dengan lebar 4 meter.”Kewibawaan kota ada di fasilitas umum. Seperti stasiun, terminal, dan ruang terbuka,” katanya.

Menurut Walikota, solusi dan alternatif untuk para pedagang kaki lima (PKL) di Taman Pancasila bisa ditempatkan di belakang Rumah Makan Dewi sekitar alun- alun, tanah kosong milik Pemkot Tegal di Jalan Ahmad Dahlan, dan di area Gedung Pusat Promosi dan Informasi Bisnis (PPIB) Kota Tegal.” Dari solusi dan alternatif tadi, paling tepat adalah di belakang Rumah Makan Dewi. Bilamana di situ menggunakan sistem sewa pertahun untuk para PKL,” jelasnya.

Hadir dalam RDP DPRD Kota Tegal Wali Kota Tegal  H. Dedy Yon Supriyono, ST, MM, Muhammad Jumadi, ST, MM Wakil Wali Kota Tegal,  Ketua DPRD Kota Tegal Kusnendro, ST, Sekda Kota Tegal Dr. Drs. Johardi, MM , Wakil Ketua DPRD  Habib Ali Zaenal Abidin, SH, MH ,  Anggota DPRD Kota Tegal, asisten II Herlien Tedjo Utami , Kepala Dishub  Herviyanto, Kepala DPU Kota Tegal, Sugiyanto , Kepala Dinas penanaman modal pelayanan terpadu satu pintu / DPMPTSP Bajari , Kepala Badan Keuangan Daerah Pemkot Tegal Supriyanta, Plt. Kakesbangpol Pemkot Tegal  Budi Saptaji ,KaSatpol PP Pemkot Tegal Joko Syukur , Kepala Bapeda Pemkot Tegal Ir. Gito Mursriyono, Plt. Kadis Disperindag Op UMKM Herlien Cokro , Kadis Disperkim Pemkot Tegal  Ir. Eko, Kabag Hukum Pemkot Tegal,  Budi Hartono, Kabag Pemerintahan dan Kerja sama Daerah Pemkot Tegal  Ilham Prasetyo, Lurah Panggung Heru Sukoco .(Susilo/KBk)

Related posts