ORPETA : Waspada Upaya Pecah PKL Taman Poci

  • Whatsapp

KabarBeritaku.com, ( Tegal ) Terkait dengan pengaduan delapan pedagang Taman Pancasila yang tergabung dalam Organisasi Pedagang Eks Taman Poci (Orpeta), ke wali kota Tegal Dedy Yon Supriyono, Minggu (8/3/2020), soal  dipaksa ikut demo dan adanya dugaan praktek jual beli lahan.Ketua Orpeta Edy Kurniawan menilai, ada pihak yang memanfaatkan kisruh penggusuran Pedagang Kaki Lima (PKL) dikawasan Eks Taman Poci.

  “Menurut upaya pecah belah, pihak-pihak tersebut juga mencederai citra negatif organisasi sehingga memberikan masukan-masukan negatif ke Walikota Tegal yang berdampak tersumbatnya saluran komunikasi pedagang dengan Walikota. Kami dituduh melakukan pemaksaan demonstrasi hingga iuran anggota organisasi dituduh liar. Itu jelas tak sesuai, parahnya lagi Walikota Tegal mencerna itu sehingga kami sulit berkomunikasi untuk membahas solusi bersama” jelas Edy.

Read More

Edy mengaku siap bertemu orang nomer satu di kota Tegal. Untuk meluruskan pengaduan delapan pedagang tersebut.

Edy juga menambahkan, hal yang paling mendesak adalah mencarikan solusi terbaik untuk para pedagang, bukan memecah belah.” Yang paling mendesak sekarang adalah mencari solusi, bukan memecah belah. Pedagang sudah lama tak bisa berjualan. Tolong Walikota Tegal agar mau  berdiskusi dan mendengar langsung dari kami, bukan dengan pihak-pihak yang sedang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.” Tambah Edy.

Sebagaimana ramai diberitakan disejumlah media. Delapan orang Pedagang Kaki Lima dari Orpeta mengadu ke Wali kota Tegal soal adanya jual beli lapak. Iuran wajib dan biaya pembuatan KTA.

( Susilo/KBk)

Related posts