Dibubarkan Satpol PP, Pedagang Depan Gedung DPRD Kota Tegal Tuntut Kompensasi Selama Isolasi

  • Whatsapp
Para pedagang sedang berdiskusi dengan petugas Satpol PP kota Tegal. ( Foto: Makmur/KBk)

KabarBeritaku.com, ( Tegal )- Para pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan di Komplek Bali Kota Lama Jalan Pemuda Tegal, depan Gedung DPRD kota Tegal dibubarkan oleh Satpol PP Pemkot Tegal, Minggu (29/3/2020) pagi. Namun pembubaran tersebut mendapatkan protes dari para pedagang yang memnutut kompensasi jika tak dibolehkan berjualan selama isolasi wilayah di kota Tegal diberlakukan.

” Sebelumnya tidak ada komunikasi kepada kami, pedagang sudah terlanjur membawa barang dagangannya dan menggelar lapak,” kata pedagang kaki lima di kawasana Balai kota Tegal Lama ( Balwas) , Romiko Jauhari.

Read More

Menurutnya selama para pedagang mengantungkan hidupnya berjualan di lokasi tersebut setiap minggu. ” Jika masa Isolasi diberlakukan dan warga diminta tinggal dirumah maka mereka ( Pedagang -red) bisa tidak mempunyai penghasilan guna memenuhi kebutuhan sehari- hari,” kata dia.

Senada dengan Romiko, Yuli mengaku, selama berdagang mengalami kesulitan baik disiang hari atau malam hari kerap dibubarkan petugas. Sementara kata Yuli pada malam hari penenrangan jalan dipadamkan. Yuli berpendapat, bahwa dirinya dan pedagang lainnya mempunyai hak menutut kompensasi selama masa isolasi dari pemerintah kota Tegal.” Empat bulan itu bagi kami waktu yang lama, apalagi saya punya empat anak, saya berharap pemkot Tegal memberikan bantuan berupa sembako atau kebutuhan hidup lainnya yang layak . Saya tidak ingin mati kelaparan karena kasus corona, tolong didata pedagang dan dicarikan solusinya, kami hanya butuh solusi dari dampak corona ini,”kata Yuli.

Sementara Kepala Satpol PP Pemkot Tegal , Joko Syukur Baharudin mengatakan, bahwa kegiatan yang dilakukan pihaknya sebagaimana maklumat Kapolri dalam mencegah penyebaran corona dengan tidak melakukan kegiatan yang mengundang kerumunan masa.”Berjualan di Komplek Balai Kota Lama merupakan aktivitas yang mengundang keramaian. Maka dari itu kami meminta para pedagang untuk mengemasi barang dagangannya dan jangan berjualan dulu selama masa isolasi. Mohon untuk dipahami, karena Isolasi terbatas semata-mata sebagai upaya pemkot Tegal melindungi warga dari penyebaran corona. Ini hanya sementara waktu saja,”tandanya.

( Susilo/MM/KBk)

Related posts