Meriahkan HUT RI KE 75 , Ikatan Pelajar NU Gelar Sepak Bola Api

  • Whatsapp

KabarBeritaku.com, ( TEGAL )- Sepak bola merupakan salah satu permainan yang memiliki banyak penggemar di dunia. Di Indonesia sendiri permainan yang juga merupakan cabang olahraga tersebut selalu menjadi sorotan di masyarakat, baik pertandingannya sebagai tontonan ataupun untuk aktivitas bersama. Indonesia sendiri memiliki permainan sepak bola versi ekstrem yang melibatkan api.

Di Kota Tegal Jawa Tengah sebagai salah satu upaya melestarikan budaya Indonesia serta mengisi peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke 75, Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama Tegal Barat kota Tegal Jawa Tengah, menggelar pertandingan sepakbola yang sangat unik . Kegiatan yang bertempat di lapangan Kelurahan Pesurungan Kidul Kecamatan Tegal Barat, kota Tegal, Jawa Tengah, Sabtu 22 Agustus 2020 malam. Sebanyak 6 ranting se Anak Cabang Tegal Barat bertanding dengan menggunakan bola api dan tidak menggunakan sepatu layaknya pertandingan bola pada umumnya. Para pemain yang terdiri dari para santri dan pelajar yang memakai sarung ini beradu teknik dan strategi menggunakan bola yang bahan dasarnya dari bongkahan sabuk kepala tua, yang telah kering yang direndam di minyak tanah dengan waktu lama agar saat dibakar bisa menghasilkan api.

Read More

Dalam sepak bola api, permainannya sendiri menggunakan peraturan layaknya seperti sepak bola pada umumnya. Sebelum memulai permainan sepak bola api yang juga di selenggarakan bagian dari kegiatan Konferancab ke dua Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama Tegal Barat kota Tegal Jawa Tengah. Para pemain melakukan ritual meminum air yang telah didoakan oleh orang tertentu.

Salah Seorang Panitia, Majid, menuturkan sepak bola api merupakan rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Repbulik Indonesia ke 75, sekaligus pra konferancab Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama Pimpinan Anak Cabang Tegal Barat kota Tegal yang kedua . Sebanyak 6 tim dari masing- masing ranting Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama bertanding dengan menggunakan sistem gugur. Selain itu menurut Majid, sepak bola api ini melestarikan warisan khazanah budaya atau tradisi para kiyai, ulama, leluhur, santri yang perlu dilestarikan. Tujuannya, untuk memperkuat mental, keberanian diri, yang sudah menjadi karakter asli Kader Nahdatul Ulama.

Hadirnya sepak bola api di Kota Tegal yang hampir punah ini bisa dibilang semakin mempertegas kalau bangsa ini begitu kaya akan kebudayaan. “Kalau sudah begini tinggal kita sebagai penerus menjaganya dengan melestarikannya. Atau syukur-syukur bisa mempromosikannya ke beberapa negara di luar sana,”ucapnya.(MM/KBk)

Related posts