Sidak Alun-alun dan Taman Pancasila, Komisi III DPRD Kota Tegal Temukan Hal Ini

  • Whatsapp

 

KabarBeritaku.com, ( TEGAL )- Komisi III DPRD Kota Tegal menyoroti proyek revatalisasi pembangunan Alun-alun dan Taman Pancasila yang menelan anggaran milyaran rupiah dan sudah selesai pada Desember 2020 pada Rabu (6/1/2021). Komisi III DPRD Kota Tegal memberikan sejumlah cacatan terhadap kedua proyek monumental tersebut.

Read More

” Hasil sidak proyek revitalisasi alun – alun kota Tegal, yakni diantaranya ada beberapa catatan, diantaranya, secara estetika padangan dari timur kebarat hanya dalam satu arah, jika dilihat dari Selatan kacau, keberadaan balai kota dan kantor wali kota sebagai heritage tak lagi bisa dipandang dari sudut Alun-alun karena tertutup flying deck,” kata Sisdiono saat sidak Alun-alun dan Taman Pancasila bersama anggota Komisi III DPRD, Rabu (6/1/2021).

Menurut Sisdiono, dalam perencanaan dinilai kurang matang, terlebih rumah dinas wali kota dan pendapo balai kota Tegal merupakan bangunan cagar budaya yang keberadaannya harus terintegrasi langsung ke Alun-alun.”Dari perencanaan tidak memperhatikan posisi adanya balaikota yang didirikan sejak zaman mataram. Seharunya Balaikota lurus dengan alun – alun,”ungkapnya

Politisi Gerindra mengatakan, pemerintah kota Tegal tidak mengindahkan saran dan pendapat Komisi III DPRD saat rapat bersama di tahap perencanaan.” Waktu rapat dengan komisi III, Pemkot Tegal menyatakan bahwa alun-alun masih bisa dijadikan tempat upacara dan pengajian. Tapi Faktanya tidak bisa lagi. Artinya jelas bahwa kota Tegal sudah tidak mempunyai alun – alun karena berubah menjadi Taman bunga. Selain itu, kata Sisdiono, tiang penyangga patung garuda di atas Monumen Taman Pancasila sudah berusia puluhan tahun. Namun tiang pancang penyangga Patung Garuda yang berada atasnya membuat mati monumen tersebut. ” Kami akui memang pembangunan secara fisik bagus, penataan arsistiknya kurang pas. Terlebih seperti dialun – alun tadi masih juga ditemukan kabel taman yang berada diluar, sangat membahayakan pengunjung, tidak ada tong sampah,lantai dasar yang belum diplester,”jelasnya.

terkait dengan catatan komisi III DPRD, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Tegal, Eko Setyawan mengungkapkan, bahwasannya tertutupnya pemandangan balai kota dari Alun-alun karena pilihan yang harus diambil.” Opini saya tidak mungkin memilih dua -duanya soal sudut pandang tadi. Karena pembangunan kawasan Taman Pancasila dan alun – alun yang diperkuat adalah koridor dari stasiun-Taman Pancasila-Jalan Pancasila-alun-alun dan Masjid Agung,”paparnya

Eko menambahkan, untuk proyek revitalisasi alun- alun tahap pertama sudah selesai 100 persen sejak Desember 2020. ” Anggaran pagunya Rp 10,5 miliar, sudah sesuai perencanaan. Kemudian untuk tahap kedua yakni bulan Februari 2021 mendatang dengan anggaran sebesar Rp 3 miliar,”pungkasnya.
Sementara kapan Alun-alun dan Taman Pancasila akan dibuka setelah ditutup sementara menggunakan pagar seng, disampaikan Eko masih menunggu kebijakan wali kota karena pandemi COVID-19

Sejumlah anggota DPRD Kota Tegal menyayangkan dengan kebijakan Pemkot yang berencana memindahkan Dermaga Apung dari lokasi semula di Pantai Alam Indah ( PAI) ke polder Bayeman, Kaligangsa, Kecamatan Margadana.

Ketua DPRD Kota Tegal, Kusnendro ST saat dikonfirmasi di ruangannya, Rabu ( 6/1/2021) mengatakan, bahwa proyek Dermaga Apung diproyeksikan untuk wahana baru yang dipasang di pantai. Bahkan di dalam Detail Enginering Design ( DED) pastinya ada keterangan bahwa Dermaga Apung itu akan terpasang di laut, bukan di lain tempat.

” Sangat disayangkan jika dermaga apung itu jadi dipindah ke polder bayeman. Proyek itu sudah direncanakan secara matang untuk dipasang di laut dengan anggaran APBD Rp 2,5 milyar lebih. Kalau itu dipasang di lain tempat yang tidak sesuai dengan perencanaan awal, apa nantinya tidak menjadikan masalah baru ?,” Kata Kusnendro.

Secara terpisah, anggota Komisi 3 DPRD Kota Tegal, H Sisdiono Ahmad mengatakan, sebaiknya Pemkot membatalkan rencana pemindahan dermaga apung itu ke polder bayeman.

” Kami di DPRD sangat tidak setuju jika dermaga apung itu dipindah ke polder bayeman. Sesuai konsepsi awal, dermaga apung itu diproyeksikan di PAI sebagai bagian dari wahana wisata. Dermaga Apung itu tinggal dibangun lagi di PAI dan pindah dari lokasi yang kemarin,” kata Sisdiono.

Sementara, Kabid Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Tegal, Maman Suherman saat dikonfirmasi melalui HP nya membenarkan perihal rencana kepindahan Dermaga Apung ke polder bayeman . ” Ini sekarang lagi bertahap diangkuti ke sana,” kata Maman.

Diketahui, proyek dermaga apung itu dikerjakan oleh PT Pandawa Sapto Dewi Pesisir dari Kabupaten Cilacap dengan anggaran APBD 2 Kota Tegal sebesar Rp 2.575.232.000 dan masa kontrak kerja mulai 7 September 2020 sampai 7 Desember 2020. Sementara, pada tgl 6 Desember 2020, dermaga apung itu porak poranda diterjang badai dan derasnya air laut. ( RIYANTO)

Related posts