Tekan Persoalan Sampah, Kalinyamat Kulon Bentuk Gerakan Gas Kopling

  • Whatsapp

KabarBeritaku.com, ( TEGAL )-  Program Gerakan Atasi Sampah Kalinyamat Kulon Peduli Lingkungan (Gas Kopling) resmi diluncurkan di Kelurahan Kalinyamat Kulon, Kota Tegal. Kegiatan tersebut melibatkan seluruh ketua RT, RW, bank sampah, hingga para penarik sampah di wilayah setempat.

Lurah Kalinyamat Kulon Kota Tega , Arianto, S.AP, mengatakan program Gas Kopling merupakan bentuk dukungan terhadap program Pemerintah Kota Tegal dalam mengatasi persoalan sampah.

Read More

“Kelurahan Kalinyamat Kulon sudah membentuk aksi Gas Kopling, Gerakan Atasi Sampah Kalinyamat Kulon Peduli Lingkungan. Kami juga mendapat dukungan orang tua asuh dari Dinas PUPR dan SMP Negeri 16 Kota Tegal,” ujarnya.

Menurutnya, program tersebut fokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pemilahan dan pengolahan sampah rumah tangga. Sampah organik akan diolah sesuai jenisnya, sedangkan sampah anorganik disetorkan ke bank sampah.

Dalam wawancara dengan media Camat Margadana Ary Budi Wibowo menyampaikan bahwa edukasi masyarakat menjadi langkah penting dalam pengelolaan sampah agar tidak muncul tempat pembuangan sampah liar. “Orang tua asuh nantinya memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah yang baik dan benar,” katanya.

Sementara itu, Heru Prasetya Kepala Dinas DPUPR Kota Tegal mengapresiasi inisiatif lurah, camat, dan seluruh pihak yang terlibat dalam gerakan tersebut. Ia menilai Gas Kopling bukan sekadar program sampah, tetapi gerakan bersama untuk membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat di masyarakat.

Ia menjelaskan, seluruh unsur mulai dari dinas terkait, kelurahan, RT/RW, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga penggerak sampah telah tergabung dalam grup komunikasi untuk memperkuat koordinasi.

Selain sosialisasi, masyarakat juga akan mendapatkan pelatihan pengolahan sampah organik menjadi kompos. Pemerintah berencana membantu penyediaan alat seperti ember komposter agar hasil pengolahan dapat dimanfaatkan menjadi pupuk cair maupun pupuk kompos.

“Nantinya masyarakat juga akan didorong gemar menanam, baik tanaman penghijauan, buah, maupun kebutuhan sehari-hari seperti cabai dan tomat,” ujarnya.

Related posts