Anggaran Minim, Koni Bingung Laksanakan Progam Olah Raga

  • Whatsapp

kabarberitaku.com (Slawi) – Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tegal mengaku kebingungan dalam melaksanakan program-program olah raga. Pasalnya, jumlah anggaran yang ada tidak sebanding dengan rencana program 15 cabang olah raga yang telah diprogramkan di tahun 2016 ini.

“jelas anggaran yang ada tidak sebanding. banyangkan saja, Rp 700 juta dibagi 15 cabang olah raga,” ujar Bendara Umum KONI Kabupaten Tegal Maskun, Kamis (4/2/2016).

Read More

Menurutnya, satu cabang olah raga seperti bulutangkis menghabiskan setidaknya RP 200 juta lebih. Anggaran itu digunakan untuk mengikuti pekan olah raga tahunan serpri porda, porprop, kompetisi bulu tangkis, pelatihan wasit hingga peningkatan mutu oleh raga. “Itu baru satu cabang olah raga saja habiskan anggaran hingga ratusan juta, bagaimana kalau 15 cabang,” ujar Maskun.

Maskun mengaku, keterbatasan anggaran yang dimiliki KONI jelas akan menghambat presatsi atlit Kabupaten Tegal. pasalnya, dengan anggaran yang kecil tidak jarang cabang olah raga tidak mampu membiayai atlit untuk mengikuti kejuaraan di daerah lain.

“Kami terpaksa hanya mengikuti kejuaraan yang sifatnya penting. ya keterbatasan anggaran mau bagaimana lagi,” tambahnya.

Untuk itu, Maskun menilai, Pemerintah Kabupaten Tegal masih memandang olag raga sebagai sesuatu yang biasa tanpa ada perhatian lebih. kondisi tersebut dibuktikan dengan minimnya fasilitas olah raga dan venue untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas para atlit.

“Ini berbeda dengan daerah tetangga, di brebes saja anggaran untuk KONI lebih dari RP 1 milyar. Sedangkan di sini hanya ratusan juta,” tuntas Maskun. (Herman B/kbk)

Related posts