Tebang Pohon Taman Poci , Wali Kota Tegal Dinilai Arogan

  • Whatsapp

KabarBeritaku.com, (Tegal ) – Upaya Pemkot Tegal menindaklanjuti MoU yang telah ditandatangani bersama dengan PT. Kereta Api Indonesia (KAI) dalam program ground breaking pada awal bulan Februari 2020, sudah mulai dilaksanakan. Pemerintah kota Tegal sejak Rabu (22/01/2020) mulai melakukan penebangan pohon secara besar – besaran di salah satu lokasi Taman kota di jalan Pancasila ( Taman Poci ).

Namun upaya pemerintah kota Tegal dalam menjalankan MoU tersebut mendapatkan kritik dan protes keras dari para pedagang di kawasan Taman Poci. Ketua ORPETA (Organisasi Pedagang Taman Poci) yang akrab disapa Edi Bongkar memprotes keras tindakan Pemkot itu. Dia menilai itu sebagai bentuk arogansi penguasa daerah kota Tegal. “Jelas ini merupakan suatu bentuk arogansi yang sangat mencolok. Tanpa surat pemberitahuan, tiba-tiba tempat yang biasa digunakan untuk berjualan para pedagang asongan ini, pohon-pohon besar ditebangi. Saya miris karena saat menebangi pohon-pohon besar ini didampingi oleh Wakil Walikota Tegal yang semestinya mengayomi kami,” katanya.

Read More

Menurut Edy selama berdagang di kawasan Taman Poci tidak ada pedagang yang membayar retrisbusi. ” Kami tidak dimintai retribusi karena statusnya tidak diakui oleh Pemkot Tegal,”ujarnya.

Senada wakil ketua ORPETA Romi, pihaknya berulangkali mengusulkan beraudiensi dengan Wali Kota Tegal meminta kejelasan dan status sebagai pedagang dikawasan Taman Poci. “Kami memang selama ini tidak dimintai retribusi, status kami quo, tidak diakui oleh Pemkot Tegal semenjak kami pernah dipindahkan ke taman PJKA. Alasan kami kembali pindah ke Taman Poci (sekarang taman eks poci) karena disana sepi, pendapatan menurun, beberapa teman kami gulung tikar. Kami sempat mendatangi dinas Koperasi UKM dan Perdagangan supaya kami dimintai retribusi lagi, namun mereka enggan, kami juga selama lebih dari 10 tahun ini meminta audensi dengan Walikota Tegal, tapi tak direspon,” terang Romi.

Sementara Wakil Wali Kota Tegal Jumadi, mengatakan,kawasan Stasiun dan Alun-alun merupakan kawasan yang terintegrasi, sehingga Wakil Wali Kota mengharapkan kepada para Pedagang Kaki Lima (PKL) agar tidak khawatir. “Tentunya dipikirkan kedepan ada tempat untuk berdagang bagi para pedagang dengan memprioritaskan para pedagang lokal,” ungkap suami Dyah Probondari, S.H., M.Kn itu.

Dikatakan Wakil Wali Kota, langkah yang dilakukan oleh Pemkot bersama PT KAI adalah melakukan berbagai persiapan untuk ground breaking yang direncanakan pada awal Februari 2020.

Corporate Deputy Director of Assets Development, Suharjono,Suharjono mengatakan salah satu peningkatan pelayanan dari PT. KAI yaitu dengan semakin memanjakan penumpang, dengan konsep stasiun sebagai tempat bahagia sehingga diperlukan berbagai fasilitas yang bagus dan memadai. Suharjono menyebut arahan direksi PT KAI agar penataan kawasan Stasiun Tegal agar segera terealisasi.
“Bulan depan karena MoU telah ditandatangani maka segera dilaksanakan eksekusinya untuk dipercepat. Konsep dari Tim Desain dan apa yang disampaikan oleh Pemkot Tegal akan disamakan persepsinya supaya desain tersebut bisa direalisasikan dengan baik,” jelas Suharjono.

(Susilo/KBk)

Related posts