Bayar Jutaan, Dua Tahun Sertifikat Tak Terbit Warga Jati Bogor Gerah

  • Whatsapp

KabarBeritaku.com, ( Slawi ) – Warga Jati Bogor Kecamatan Surodadi Kabupaten Tegal mengeluh soal pengurusan sertifikat tanah yang tak kunjung selesai hampir dua tahun . Padahal menurut warga, selain sudah mengurus persyaratan warga juga telah membayar sejumlah uang pada perangkat desa sejak Februari tahun 2018 lalu.

” Karena kami sudah bayar ya hak kami menanyakan sertfikatnya, warga sudah gerah banyak yang menagih pada perangkat,”kata Hasan Ali kepada KabarBeritaku.com, Selasa ( 18/02/2020) disela- sela kegiatan pembagian pengembalian uang PTSL Tahun 2018 di balai desa Jati Bogor.

Read More

Menurut Hasan warga yang mendapatkan undangan bukan saja mau menerima pengembalian uang PTSL, tetapi juga menagih akta tanah yang sudah dibayar sudah jadi apa belum kepada panitia.”Warga minta bukti akta tanah hingga sertfikat dari panitia karena sudah merasa membayarnya,” tukasnya.

Menurut Hasan, tahun 2018 yang lalu sebelum membuat sertifikat oleh panitia PTSL, pemohon di suruh membuat akta tanah terlebih dahulu sebagai sarat untuk membuat sertifikat. Biaya pembuatan akta tanah seperti yang perintahkan panitia kepada warga bervariatif sesuai luasan tanah.

“Untuk perbidang tanah pembuatan sertifikat dan akta tanah panitia menarik biaya ke warga perbidang berkisar Rp 1,5 juta sampai ada yang Rp 2 juta lebih. Maka itu selain sertifikat yang sudah diterima, warga juga minta akta tanahnya. Kami butuh penjelasan dan transparansi pihak panitia PTSL dan juga pada pemerintah desa Jatibogor. Warga sekarang sudah tidak mudah lagi dibohongi. Kami menilai pemerintah desa Jatibogor terkesan tidak mau mendengar dan tutup mata. Kepada siapa warga harus mengadu dan mencari kebenaran, kalau aparatur pemerintah desanya sudah tidak memperdulikan warganya,” keluhnya.(Jaylani/KBk)

Related posts