DPRD Kota Tegal Kritik Tajam Soal Penanganan Covid 19 , Ini Jawaban Dedy Yon

  • Whatsapp

KabarBeritaku.com, (Tegal) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Kota Tegal mengkritik kebijakan penanganan pencegahan penyebaran virus covid 19 di kota Tegal, usia melakukan sidak dibeberapa titik penutupan jalan yang dilakukan Pemkot Tegal, Senin (30/03/2020) siang. Mereka satu suara menilai upaya pencegahan Covid 19 dengan cara menutup jalan tidak efektif dan efisien.

Merespons kritikan DPRD, Wali kota Tegal Dedy Yon Supriyono pun buka suara, mengakui, pemberlakuan isolasi wilayah dihari pertama belum maksimal. “Memang hari ini kita baru menyiapkan APD dan 54 alat pengecek suhu badan yang nanti akan berjaga di pintu masuk kota Tegal,” kata Dedy sapaan akrab Walikota Tegal, Senin (30/03/2020) sore di lingkungan Pendopo kota Tegal.

Read More

Tenaga medis, lanjut Dedy Yon, untuk hari ini belum siap tapi besok sudah bisa berjaga dititik perbatasan selama 24 jam. Alasan keterlambatan tenaga medis menurut Dedy karena kesulitan mendapat alat pengecek suhu badan. Saat dikonfirmasi mengenai penutupan jalan milik Propinsi Jawa Tengah di depan rumah sakit Kardinah dan di Debong Tengah ditutup menggunakan beton, Dedy Yon menjelaskan, untuk akses masuk dan keluar kota Tegal di jalan milik propinsi tidak ditutup rapat “Untuk jalan propinsi akan ditutup sebagian, sebagiannya lagi menggunakan water barrier dan akan ada petugas yang standby disana,”kata Dedy.

Bentuk tanggung jawab Pemkot Tegal mengisolasi wilayah, Dedy Yon rencananya akan memberikan kompensasi kepada warga miskin sekitar 20 ribu jiwa. “Penduduk kota Tegal itu sekitar 285 ribu, penduduk miskin kota Tegal 7 persen dari (data) itu jadi sekitar 20 ribu nanti akan mendapat bantuan, kami anggarkan 27 miliar,” katanya.

Selain warga miskin, lanjut Dedy, yang akan mendapat kompensasi dari Pemkot Tegal yaitu juru parkir, PKL dan tenaga medis.”Nanti ditingkat Kelurahan saya himbau akan ada isolasi mandiri di tingkat RW maupun RT,” pungkasnya.(Susilo/KBk)

Related posts